Dipotong, Dana Hibah Rehabilitasi Daerah Cuma Rp750 Miliar

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Sabtu, 26/11/2016 23:22 WIB
Dipotong, Dana Hibah Rehabilitasi Daerah Cuma Rp750 Miliar BNPB menyatakan bantuan dana itu merupakan hibah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan dipangkas karena alasan penghematan. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 96 pemerintah daerah mendapatkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstrusi pascabencana senilai Rp750 miliar atau berkurang separuh dari anggaran semula, Rp1,5 triliun.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bantuan dana itu merupakan hibah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam bantuan pendanaan. Dana yang ditetapkan sebelumnya adalah Rp1,5 triliun, namun berkurang menjadi Rp750 miliar karena penghematan.

“Sebelumnya jumlah bantuan hibah senilai 1,5 triliun, namun penghematan anggaran, Kementerian Keuangan melakukan pemotongan pagu anggaran, sehingga menjadi 750 miliar untuk bantuan tahun ini,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah dalam keterangan tertulis yang dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (26/11).


Berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, disebutkan jika APBD tak memadai, maka dapat meminta bantuan pemerintah provinsi. Jika tak mampu pula, maka dapat disampaikan ke pemerintah melalui BNPB.

Bencana Meningkat

BNPB menyatakakan bencana yang terjadi setiap tahun selalu meningkat sehingga harus dilakukan upaya pengurangan angka indeks risiko. Lembaga itu menyatakan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi hal tersebut.

Sementara itu, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Boediarso Teguh Widodo mengatakan pihaknya mengharapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat ditingkatkan. Hal itu, sambungnya, mengingat potensi bencana yang semakin besar setiap tahun.

“Komitmen kami untuk membangun kembali pascabencana dalam rehabilitasi dan rekonstruksi, untuk memajukan pembangunan,” kata Boediarso.

(asa)