Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, perempuan berusia 34 tahun itu telah merencanakan aksi bom bunuh diri di luar Pulau Jawa.
Saat dikonfirmasi, Martinus mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait lokasi yang disasar Ika. Meski demikian, Martinus berkata, Ika tidak berhubungan dengan jaringan teroris yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, 10 Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penindakan terhadap Ika berlanjut pada penangkapan dua terduga teroris lain, yaitu Tri Setiyoko (TS) dan Yasir (YSR) di Solo, Ahad kemarin.
"TS dan YSR ini hasil pengembangan dari yang di Purworejo. TS dan YSR berperan sebagai peracik bom yang akan diledakkan oleh Ika Puspitasari," kata Martinus.
Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyebut kelompok teror kini memanfaatkan perempuan sebagai pelaku bom bunuh diri. Ia berkata, modus itu telah digunakan jaringan teror di sejumlah negara.
"Ingat bom yang menewaskan Rajiv Gandhi (Perdana Menteri India pada dekade 1980-an), bom bunuh diri yang dikalungkan dengan bunga. Yang mengalungkan adalah wanita. Di Suriah, Irak, Afganistan dan Yordania juga sama. Wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," kata Tito.