Polri: Perempuan Tersangka Teror di Purworejo Calon Pengantin

Martahan Sohutoron, CNN Indonesia | Senin, 19/12/2016 14:45 WIB
Ika Puspitasari, perempuan terduga teroris yang ditangkap Densus 88, dituduh akan melakukan aksi bom bunuh diri di suatu tempat di luar Pulau Jawa. Ika Puspitasari, perempuan terduga teroris yang ditangkap Densus 88, dituduh akan melakukan aksi bom bunuh diri di suatu tempat di luar Pulau Jawa. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Polri menyebut Ika Puspitasari, terduga teroris perempuan yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Purworejo, Jawa Tengah, merupakan calon 'pengantin' atau pelaku aksi bom bunuh diri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, perempuan berusia 34 tahun itu telah merencanakan aksi bom bunuh diri di luar Pulau Jawa.

Saat dikonfirmasi, Martinus mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait lokasi yang disasar Ika. Meski demikian, Martinus berkata, Ika tidak berhubungan dengan jaringan teroris yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, 10 Desember lalu.


"Informasi terbaru terkait kasus terorisme, mulai dari bom panci Bekasi hingga penangkapan di Solo pekan kemarin, terdapat dua calon 'pengantin' yang seluruhnya perempuan," ucap Martinus di Jakarta, Senin (19/12).
Martinus menuturkan, saat menangkap Ika, Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti berupa buku, telepon seluler, paspor, dan kartu identitas.

Penindakan terhadap Ika berlanjut pada penangkapan dua terduga teroris lain, yaitu Tri Setiyoko (TS) dan Yasir (YSR) di Solo, Ahad kemarin.

Tri merupakan warga Kampung Sewu. Sementara Yasir, warga Kampung Losari, ditangkap sekitar satu jam setelah Tri Setiyoko ditangkap.
Di rumah Tri, Densus 88 menemukan bahan kimia, paku seberat 10 kilogram, telepon genggam‎, dan peralon. Sedangkan di rumah Yasir, polisi menemukan sejumlah dokumen serta empat paspor yang seluruhnya atas nama Yasir.

"TS dan YSR ini hasil pengembangan dari yang di Purworejo. TS dan YSR berperan sebagai peracik bom yang akan diledakkan oleh Ika Puspitasari," kata Martinus.

Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyebut kelompok teror kini memanfaatkan perempuan sebagai pelaku bom bunuh diri. Ia berkata, modus itu telah digunakan jaringan teror di sejumlah negara.

"Ingat bom yang menewaskan Rajiv Gandhi (Perdana Menteri India pada dekade 1980-an), bom bunuh diri yang dikalungkan dengan bunga. Yang mengalungkan adalah wanita. Di Suriah, Irak, Afganistan dan Yordania juga sama. Wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," kata Tito.
(abm/yul)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK