"Tidak ada korban jiwa, kalau ada itu hoax," kata Rum di Mataram kemarin seperti dilansir dari Antara.
Namun ia mengakui jika banjir berdampak sangat besar. Secara Umum Bima saat ini lumpuh total. Perkantoran, sekolah dan kegiatan ekonomi masyarakat belum bisa berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh bantuan sudah yang di kirim dari Mataram sudah tiba di Bima, sehingga bisa distribusikan kepada korban banjir," ujarnya.
Dalam instruksinya, gubernur meminta semua pihak untuk fokus terhadap korban banjir. Gubernur juga meminta bantuan TNI dan Polri untuk membantu masyarakat membersihkan lumpur dari rumah-rumah mereka.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir di Bima merupakan salah satu banjir terbesar.
Menurutnya, hujan deras yang terjadi karena adanya siklon tropis Yvette di Samudera Hindia sekitar 590 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Timur Laut dan kekuatan 85 kilometer/jam (45 knot).
Selain hujan deras banjir di Bima juga disebabkan oleh kondisi wilayah yang berada pada topografi cekungan.
"Kota Bima memang cekung dan daerah risiko tinggi banjir dengan 15.000 kepala keluarga tinggal di daerah tersebut," kata Sutopo. (sur/rel)