"Situasi sudah dikendalikan pemerintah daerah, dan kondisi juga membaik," kata Willem di Gedung BNPB, Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (22/12).
Willem mengatakan banjir usai hujan deras dalam beberapa hari terakhir ini terjadi di tiga wilayah, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa. Ketinggian air bahkan mencapai tiga meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dukungan logistik untuk disalurkan kepada masyarakat yang terkena bencana. Kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu karet, permakanan, air bersih, selimut, obat-obatan, genset, dan tenda.
Banjir Terbesar
Dia mengatakan, selama ini BNPB terus melakukan komunikasi dengan BPBD Provinsi NTB untuk mengambil langkah-langkah penanganan bencana.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut banjir kali ini merupakan salah satu banjir yang terbesar di Bima. Meski demikian, sebelumnya juga pernah terjadi bencana serupa.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon tropis Yvette diprediksi masih berada di Samudera Hindia sekitar 590 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Timur Laut dan kekuatan 85 kilometer/jam (45 knot).
Dia menjelaskan, siklon tersebut menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Selain hujan deras yang mengguyur belakangan hari, banjir di Bima juga disebabkan oleh kondisi wilayah yang berada pada topografi cekungan.
"Kota Bima memang cekung dan daerah risiko tinggi banjir dengan 15.000 kepala keluarga tinggal di daerah tersebut," ucap Sutopo. (pmg)