Geng Korea yang dimaksud Iriawan merujuk pada aksi mereka saat merampok warga negara Korea empat tahun silam.
“Mereka pernah melakukan perampokan kepada warga negara Korea tahun 2012,” kata Iriawan saat menggelar konferensi pers di RS Kramat Jati, Rabu (28/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Ramlan, polisi menangkap Erwin Situmorang. Adapun dua orang lainnya masih dikejar polisi.
Menurut Tito, komplotan itu biasa beroperasi saat hari libur dengan memanfaatkan kondisi rumah yang sepi. “Modusnya di hari-hari libur orang sepi begitu ada rumah pintu pagar dibuka langsung masuk,” kata Tito.
Ramlan selaku pentolan komplotan ditembak dan mati kehabisan darah. Dia merupakan residivis yang terkenal sebagai perampok spesialis barang berharga.
Di rumah kontrakan di Gang Kalong, Bekasi, tempat pelaku tinggal, polisi menyita beberapa barang di rumah kontrakan di antaranya lima handphone, uang tunai Rp 9,7 juta, jam Rolex, kunci motor dan jaket kulit.
Polisi mengenali para perampok dari kamera pemantau atau CCTV di rumah korban. Para perampok membawa senjata api dan golok. Perampokan ini menyebabkan enam orang tewas disekap dalam kamar mandi tanpa ventilasi ukuran 2x1 meter. Sedangkan lima lainnya dalam kondisi buruk dan sedang dalam proses penyembuhan.
Lihat juga:Polisi Ungkap Pembunuhan Pulomas Berkat CCTV |