"Suroyo menjadi saksi terkait kasus suap Bakamla untuk tersangka ESH," ujar Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak berarti sipil atau TNI harus diperiksa di KPK. Tentu sesuai kebutuhan pemeriksaan dilakukan berdasarkan koordinasi," katanya.
"Kami mendalami ada atau tidaknya dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang di Bakamla," ucapnya.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan di Kantor Bakamla, Jakarta, 13 Desember 2016.
Keempat tersangka tersebut adalah Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah, Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi, serta dua pegawai PT MTI, Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta.
Dalam OTT itu, KPK menyita barang bukti uang suap sekitar Rp2 miliar dari tangan Eko. Uang tersebut merupakan sebagian komitmen fee sebesar 7,5 persen dari nilai proyek pengadaan alat pemantau satelit di Bakamla.