Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, perusahaan yang berlokasi di Singapura itu bergerak khusus dalam jasa konsultan bisnis penjualan pesawat dan mesin pesawat di Indonesia. Tak heran, kata dia, apabila perusahaan itu kemudian berperan sebagai perantara pengurus teknis pengadaan mesin pesawat.
"Posisi perusahaan ini memang berhubungan dengan perusahaan Airbus S.A.S dan Rolls-Royce sebagai konsultan bisnis pesawat di Indonesia," ujar Febri di Gedung KPK, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah punya bukti alur proses pemberian uang mulai dari pemberi, perantara, dan penerima. Berapa alokasi masing-masing kami juga sudah mengetahui," tutur Febri.
Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno berbentuk uang 1,2 juta euro, US$180 ribu, dan dalam bentuk barang senilai US$2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia. Ia juga disebut menerima suap berupa kondominium yang disewakan di Singapura.