Komisioner KPUD Papua Tarwinto mengatakan, ancaman bersenjata kerap terjadi jelang pemungutan suara saat Pemilu atau Pilkada. Namun, penyelenggara pemilu memastikan tak ada kekacauan dan gangguan yang diakibatkan kelompok tersebut terhadap jalannya Pilkada di sana.
"Ancaman itu biasanya kelompok-kelompok tersebut bukan mengacaukan jalannya pemilu, tetapi dia itu biasanya berpihak pada calon tertentu. Itu mengarahkan calon pemilih untuk memilih calon tertentu," ujar Tarwinto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu budaya mereka seperti itu. Saya pikir yang penting aparat keamanan tidak ikut masuk dalam kepentingan itu, saya pikir aman. Kita koordinasikan dengan aparat jangan masuk dalam wilayah kepentingan mereka. Itu saja yang kita harapkan," katanya.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua KPU Daerah Istimewa Aceh Ridwan Hadi menyatakan pelaksanaan Pilkada di daerahnya masih berjalan aman hingga seminggu jelang pemungutan suara.
Ridwan bahkan mengaku telah menerima kunjungan perwakilan Komisi II DPR RI, Dewan Perwakilan Daerah RI, dan perwakilan Kedutaan Besar Kanada serta Selandia Baru, beberapa hari lalu.
Ancaman dari kelompok bersenjata diungkapkan oleh Deputi II BIN Mayor Jenderal M. Thamrin Marzuki di kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (7/2).
"Ini terjadi, bahkan di antara kelompok bersenjata itu jelas menyampaikan dukungan ke salah satu pasangan calon di Papua," kata Thamrin.
Lihat juga:Ada 15 Negara Pantau Pilkada DKI 2017 |