Dalam pertemuan, mereka menyampaikan empat tuntutan, di antaranya keadilan atas status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang belum dinonaktifkan meski sudah menyandang status terdakwa kasus penistaan agama.
"Kami membawa massa sebagai bentuk kepedulian kami kepada kasus Ahok yang menyita waktu tenaga dan biaya tidak sedikit," kata Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al-Khaththath di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulilah kami tidak akan berhenti sampai hukum dan keadilan ditegakkan," katanya.
Al-Khaththath menambahkan, pihaknya juga meminta agar Komisi III DPR memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kapolda Metro Irjen M Iriawan lantaran terdapat tindakan represif berupa penangkapan bagi para mahasiswa usai aksi 411.
Al-Khaththath dalam penyampaiannya di Komisi III DPR ditemani sejumlah tokoh unsur yang ikut dalam aksi 212, seperti di antaranya Ketua Umum Parmusi sekaligus koordinator aksi, Usamah Hisam, dan beberapa perwakilan massa lainnya. Mereka diterima Komisi III DPR yang dipimpin Bambang Soesatyo.
"Kami harapkan bahwa demo pada hari ini bisa berjalan aman dan juga tertib disiplin," ujar Setya.
Polisi berjaga di depan Gedung DPR/MPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Massa juga sempat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama.
Dari pantauan CNNIndonesia.com saat ini ratusan orang ikut berdemo dan memadati jalanan depan gedung MPR. Mereka berdatangan sejak pukul 09.30 WIB. Massa yang memadati jalanan membuat jalan protokol maupun jalur busway ditutup, dan arus lalu lintas dialihkan lewat jalan tol.
Sejak pagi tadi, para aparat keamanan siaga berjaga di balik gerbang gedung DPR/MPR Senayan. (yul)
Polisi berjaga di depan Gedung DPR/MPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)