Edy meminta setiap pasukan untuk bekerja dengan sebaik mungkin dan tidak melakukan kesalahan.
"Hingga saat ini bangsa Indonesia di mata dunia dikenal negara aman dan damai. Termasuk dari negara Arab, sehingga sepatutnya kita tunjukan solidaritas antara TNI dan Polri. Ini perlu kita jaga, kita pertahankan bersama," kata Edy di Mabes TNI, Selasa (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Personel keamanan akan disebar di sejumlah titik seperti Istana Negara Bogor, Dewan Perwakilan Rakyat, Masjid Istiqlal, hotel tempat Raja Salman menginap dan sejumlah titik di Bali.
Edy mengatakan personel keamanan yang diterjunkan bakal siap mengantisipasi berbagai macam situasi. Mereka di antaranya telah menyiapkan pasukan keamanan di beberapa titik rawan namun Edy enggan menjelaskan titik tersebut.
"Bukan berarti yang di belakang diam, tapi bersiap. Kapan saja digerakkan, mereka siap gerak," kata Edy.
"(Raja Salman) sampai tanggal 3 Maret di Jakarta. Selanjutnya berada di Bali sampai tanggal 9 Maret. Itu garis besarnya," kata Edy.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan dugaan serangan teroris di Bandung, Jawa Barat, tidak menjadi hambatan. Ia juga mengimbau setiap warga Indonesia untuk membantu jalannya pengamanan.
"Ini bukan TNI dan Polri saja. Kalau terjadi sesuatu di Indonesia, nama kalian juga yang jelek di dunia," kata Edy.
Selain mengamankan Raja Salman beserta jajarannya, pasukan gabungan TNI dan Polri juga mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA). Acara itu diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, pada 5-7 Maret 2017.
[Gambas:Video CNN] (yul)