Koordinator Program Solidaritas Perempuan Nisa Yura mengatakan, diskriminasi pada perempuan selama ini terjadi, baik dalam bentuk fisik maupun psikologi. Menurutnya, sistem patriarki masih sangat kental di Indonesia.
"Kami tahu tidak bisa melawan sistem patriaki yang mendominasi negara ini, tapi kami hanya minta hak kami disetarakan," kata Nisa.
Lihat juga:2016, Kekerasan Terhadap Perempuan Menurun |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nisa juga menuntut agar pemerintah lebih memperhatikan para pekerja perempuan di berbagai sektor. Banyaknya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah saat ini malah semakin menyudutkan perempuan.
Nisa mengaku tak heran jika aksi tersebut ditolak oleh Istana. Dia menyebut, bukan hanya kali ini Istana tak mau menerima warga yang akan menyalurkan aspirasinya.
"Sudah berkali-kali pemerintah saat ini mencoba untuk membungkam masyarakat yang akan menyuarakan gagasannya, kami dibungkam pelan-pelan oleh pemerintah dengan mencoba sedikit demi sedikit menghilangkan hak ruang publik kami," kata Nisa.
(sur/abm)