Meski demikian, Setya mengklaim pertemuan itu tidak membahas soal proyek paket pengadaan e-KTP yang ada di Komisi II DPR. Pertemuan itu, kata dia, membahas soal jual beli pakaian untuk keperluan Partai Golkar.
"Ya kalau Andi saya pernah ketemu. (Pertemuan) itu dalam kapasitas jual beli kaos waktu saya selaku bendahara umum (partai Golkar)," ujar Setya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menampik pernah membahas proyek e-KTP dengan Andi, Setya menyatakan tidak pernah melakukan pertemuan dengan dua mantan politisi Partai Demokrat, yaitu Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin.
Setya juga mengaku belum menerima informasi soal anggota DPR yang telah mengembalikan uang hasil korupsi e-KTP ke KPK. Ia menilai pengembalian uang yang diduga hasil korupsi itu masuk ranah hukum.
"Saya sampai sekarang belum tahu siapa yang mengembalikan (uang), tapi itu kami serahkan kepada hakim," ujar Setya,
Lihat juga:Mengusut Nama Besar di Korupsi Proyek e-KTP |
Kasus e-KTP akan disidangkan Pengadilan Tipikor Jakarta esok pagi. Dua terdakwa pada perkara ini adalah eks Dirjen Dukcapil Irman serta pejabat pembuat komitmen proyek pengadaan e-KTP, Sugiharto.
Sejumlah mantan anggota Komisi II dan pejabat pemerintahan yang pernah diperiksa KPK dalam kasus ini, antara lain eks Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Setya Novanto, Agun Gunandjar, Olly Dondokambey, Melchias Markus Mekeng, Markus Nari, Teguh Juwarno, Mirwan Amir, Chairuman, Arief Wibowo, Anas Urbaningrum, Tamsil Linrung, dan Ganjar Pranowo.