Boy beralasan, pemasangan spanduk tersebut memantik hal negatif dalam kehidupan bermasyarakat. "Saya pikir itu aliran yang memberikan pendidikan tidak baik," ucapnya di Jakarta, Senin (13/3).
Boy mengimbau para pemuka agama segera meluruskan ajaran Islam terkait larangan menyalatkan jenazah tersebut. Ia berharap, anjuran pemuka agama dapat meredam provokasi yang marak beredar jelang pelaksanaan pilkada DKI putaran kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merdisyam mengatakan, kepolisian akan mengusut dalang di balik pemasangan spanduk tersebut bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta.
Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono curiga spanduk provokatif berisi larangan menyalatkan jenazah bagi pendukung Basuki Tjahaja Purnama dipasang atas dasar kepentingan politik.
"Tulisannya seragam, cetakannya seragam. Hanya warnanya saja yang beda-beda. Kalau begitu kan, kemungkinan ada satu sumber yang menggerakkan," kata Sumarsono.