Hampir tidak ada yang menangkap gejolak di lembaga antikorupsi itu. Namun sepucuk Surat Peringatan (SP) 2 untuk penyidik utama KPK Novel Baswedan, 21 Maret lalu, menunjukkan: gejolak itu masih ada.
Pemberian peringatan bagi Novel mengingatkan kembali publik akan kiprah sang penyidik. Sebenarnya bukan kali ini saja Novel ’berulah’.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kasus itu, Novel dijadikan tersangka pada 1 Oktober 2012, segera setelah dia memimpin penggeledahan di Gedung Korps Lalu Lintas Polri. Saat itu, KPK sedang menyidik perkara korupsi simulator SIM yang menjadikan Kepala Korlantas kala itu, Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka.
Atas rentetan peristiwa yang terjadi di KPK, termasuk upaya mengada-ada kasusnya, Novel memiliki pendapat.
Lihat juga:Saat Wadah Pegawai Melawan Pimpinan Demi KPK |
Kasus Kakap
Novel mulai ditugaskan sebagai penyidik KPK pada 2009, dan resmi diangkat sebagai penyidik tetap pada 2014. Pria kelahiran Semarang, 22 Juni 1977 ini merupakan salah satu penyidik terbaik yang dimiliki lembaga antirasuah.
Dalam kasus simulator SIM, Novel menjadi Kepala Satgas yang memimpin penyidikan, termasuk ikut memeriksa Djoko sebagai tersangka. Dia juga ‘mengantar’ tim menggeledah Kantor Korlantas Polri di Cawang, Jakarta Timur, 31 Juli 2012.
![]() |
Yang paling diingat publik adalah ketika lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 ini menjemput bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menjadi buronan korupsi dan kabur ke Cartagena, Kolombia, 7 Agustus 2011. Novel saat itu tergabung dalam tim gabungan KPK, Kementerian Hukum dan HAM, Mabes Polri, dan International Police (Interpol).
Beberapa bulan setelahnya, Novel memimpin tim yang melacak keberadaan Nunun Nurbaeti, pengusaha yang juga istri dari mantan Wakil Kapolri saat itu, Komisaris Jenderal Adang Daradjatun.
Pada 8 Desember 2011, Kepolisian Thailand menginformasikan kepada KPK dan Mabes Polri bahwa mereka telah menangkap seseorang yang diduga Nunun. KPK lantas bertolak ke Thailand.
Dua hari kemudian, Kepolisian Thailand mengantarkan Nunun ke Bandara Svarnabhumi Bangkok, dan diserahkan ke KPK yang telah menunggu di pesawat Garuda Indonesia.
Satu kasus menggemparkan lainnya yang melibatkan Novel sebagai penyidik adalah jual beli perkara sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyeret sang ketua, Akil Mochtar, ke meja hijau.
Yang terbaru, Novel ikut menangani kasus korupsi megaproyek KTP elektronik (e-KTP).
