"Saya pernah dituduh mau kudeta, saat itu saya pimpin 34 batalion tempur Republik Indonesia. Kalau saya mau, saya mampu ambil alih dengan cara kekerasan, dengan cara senjata," kata Prabowo saat sambutan di Segara Ballroom, Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (3/4).
Prabowo melanjutkan, "Tapi saya dengan sadar tahu bahwa tidak ada negara yang bisa aman, stabil, damai, kalau pengambil alih kekuasaan, kalau pergantian kekuasaan dengan tidak sah, dengan tidak demokratis. Kesadaran itu membuat saya tidak melakukan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari sebelumnya, Prabowo juga menegaskan tidak akan memimpin makar dan menolak tegas ide penggulingan pemerintahan yang sah.
"Tapi yang jelas, tegas, di sini kita tidak boleh makar sama sekali. Tidak boleh makar. Kami harus membibit ke arah kebaikan bukan ke arah yang tidak baik," kata dia di hadapan massa buruh.
Belakangan isu makar ramai diperbincangkan setelah Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath ditangkap oleh polisi jelang Aksi 313. Ia diduga akan melakukan makar terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.