TNI AU Pastikan Perayaan HUT ke-71 Bakal Meriah

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Minggu, 09/04/2017 01:57 WIB
TNI AU Pastikan Perayaan HUT ke-71 Bakal Meriah Personel gabungan TNI tengah melakukan gladibersih di Lanud Halim Perdanakusuma untuk memperingati HUT ke-71. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ke-71 di Landasan Udara Halim Perdanakusuma Minggu (9/4) akan berlangsung meriah. Parade akan dilaksanakan berupa demo udara, demo darat dengan melibatkan berbagai unsur TNI.

Demi kelancaran dan apresiasi kepada masyarakat, Lanud Halim Perdanakusuma akan ditutup selama 5,5 jam. TNI menyiapkan 1600 orang dan 132 pesawat terdiri dari Sukhoi 27/30, C130 Hercules, Pesawat T41 cessna, Pesawat CN 295, Pesawat Boeing 737, Pesawat F-16, Golden Eagle T50i, Hawk 109, dan lain-lain. Selain itu akan ada beberapa atraksi pesawat dan peragaan kegiatan dari TNI AU dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia.

Penutupan sementara Bandara Halim untuk penerbangan sipil ini sudah diperingatkan dengan keluarnya Notice to Airmen (Notam) dari Kemenhub.


"Karena ada military excersice dalam rangka HUT TNI AU, Bandara Halim ditutup untuk penerbangan sipil dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB," jelas Kabag Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio saat dikonfirmasi, Sabtu (8/4).

Acara kemeriahan perayaan HUT TNI AU yang Ke 71 rencananya akan dibuka untuk masyarakat umum. Masyarakat akan diberi ruang dan akses masuk ke Lanud Halim.

"Demo udara digelar fly past pesawat latih, fly past pesawat helikopter, fly past pesawat angkut, fly past pesawat tempur, maupun penampilan aerobatik udara Jupiter Aerobatic Team. Selain itu juga ditampilkan pertempuran udara pesawat Sukhoi dengan F-16, manuver Bomb Burst, Hi Speed Pass F-16 dan Sukhoi menggunakan flare, simulasi serangan udara langsung (SUL), demo SAR Tempur, simulasi bantuan tembakan udara (BTU) serta terjun payung operasi perebutan dan pengendalian pangkalan udara (OP3U)," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

"Sedang kegiatan demo darat meliputi demo pembebasan sandera (Basra) yang melibatkan 90 personel Satuan Detasemen Bravo (Satbravo'90) yang didukung dengan menggunakan dua helikopter SA-330/NAS-332 serta penampilan Drumband Taruna AAU," sambung Jemi.