"Belum ada (unsur teror)," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/4).
Polda Metro Jaya masih mendalami insiden terbakarnya mobil jenis Toyota Avanza itu. Hingga kini, polisi sudah memeriksa lima orang saksi untuk mengejar pelaku pembakaran.
"Kami perlu mendalami lagi, yang membuat (mobil terbakar) siapa. Kami akan mengindentifikasi mobil itu milik siapa," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polisi kan ada di sana untuk melakukan pengamanan. Setiap kegiatan masyarakat kan kita amankan. Tapi tentu membutuhkan waktu karena ada jarak di sana," ucapnya.
Lihat juga:Kronologi Mobil Terbakar di Cawang versi FPI |
Argo menuturkan Tim Pusat Laboratorium Forensik Polri sudah memeriksa bangkai mobil yang terbakar. Seperti temuan semula, pelaku menggunakan bensin untuk membakar mobil.
Sebelumnya, Juru Bicara FPI Slamet Maarif menyebut peristiwa terbakarnya mobil Toyota Avanza di Cawang sebagai bentuk teror. Alasannya, mobil yang dibakar berdekatan dengan jemaah yang melangsungkan tablig akbar Isra Miraj yang dihadiri Rizieq Shihab.
“Mobil yang diparkir di sekitar lokasi acara dibakar dan diluncurkan ke arah jemaah,” kata Slamet, Minggu (16/4).
FPI mencurigai tiga orang yang diduga bertanggung jawab atas terbakarnya mobil itu. Pimpinan FPI DKI Jakarta Muhsin Alatas mengaku melihat tiga orang tersebut keluar dari mobil yang terbakar. Namun, dia tak dapat mengindentifikasikan ketiganya karena kondisi gelap.
Muhsin mengatakan, bukan hanya dia yang menyaksikan tiga orang tersebut keluar dari mobil yang terbakar. Beberapa orang yang mengikuti tablig akbar turut menjadi saksi mata.