Penghargaan yang diterima Sunaryanto berupa rekomendasi untuk melanjutkan ke sekolah perwira dan pin emas.
"Saya apresiasi dalam bentuk tiket untuk sekolah alih golongan, dengan sekolah ini yang bersangkutan bisa langsung jadi perwira," kata Tito saat menyerahkan pengahargaan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito berharap, pengalaman anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur itu diharapkan jadi motivasi anggota polisi lainnya.
"Seringkali ada idiom bahwa polisi itu kaki kanannya ada di penjara, kaki kirinya ada di kuburan. Salah mengambil tindakan, bisa membuat orang masuk penjara, tapi terlambat bertindak bisa membuat dia atau masyarakat meninggal dan masuk kuburan," kata Tito.
Sunaryanto sendiri bersyukur dengan penghargaan itu. Dia mengaku tidak menyangka bakal menerima penghargaan dari orang nomor satu di Polri karena apa yang dilakukannya saat itu hanya untuk menolong warga,
"Mudah-mudahan banyak polisi-polisi baik yang mau berbuat untuk rakyat," kata Sunaryanto.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono memberikan penghargaan berupa uang tunai Rp10 juta.
Sumarsono mengatakan, aksi heroik yang dilakukan oleh Sunaryanto telah jadi bukti nyata dari kesadaran aparat kepolisian akan tugasnya untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Penyanderaan terjadi di KWK-T.25 jurusan Rawamangun-Pulogebang di Perempatan Buaran, Jakarta Timur pada Minggu (10/4) lalu.
Pelakunya bernama Hermawan yang menyandera Risma Oktaviani (25) yang tengah menggendong putranya yang masih balita, Dafa Ibnu Hafiz.
Saat itu Sunaryanto sedang dalam perjalanan menuju kantorya di Unit Kecelakaan Lantas, Kebon Nanas.
Melihat kegaduhan di perempatan jalan, Sunaryanto ikut menepi. Upaya negosiasi sempat dilakukannya. Saat itu Hermawan masih berang karena tak bisa berbuat banyak di tengah kerumunan massa. Insiden penyanderaan itu berlangsung selama hampir setengah jam.
Menanggapi kondisi rawan itu, Sunaryanto berusaha hati-hati. Sampai akhirnya pelaku lengah, Sunaryanto pun melempaskan tembakan yang langsung menembus lengan kanan Hermawan.