Kepada CNNIndonesia.com, Wakil ketua GNPF MUI Ustad Muhammad Zaitun Rasmin mengaku belum mengetahui tentang demo anti-Ahok itu. "Dapat info saja, tapi belum tahu, saya belum tahu," kata Zaitun, Kamis (27/4).
Dalam situs yang dimaksud Samade, tidak terdapat berita maupun undangan aksi demo anti-Ahok besok. Bachtiar juga tidak berada di Jakarta sejak kemarin. "Ustaz Bachtiar sedang di luar kota," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Undangan rencana aksi GNPF MUI juga beredar di media sosial. Dalam undangan berbentuk poster, tertulis "Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim, Shalat Jumat di istiqlal."
Lihat juga:Penasihat Hukum: Ahok Tak Perlu Dipenjarakan |
Novel menambahkan, FPI menuntut agar hakim memvonis Ahok sesuai dakwaan, yakni Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. "Tuntutannya agar hakim bisa memvonis lima tahun," kata Novel.
Namun Novel belum memastikan jumlah peserta aksi besok. "Belum bisa diprediksi tapi Insya Allah dari beberapa daerah hadir," katanya.
Koordinator Aksi Bela Islam 212 yang juga pengurus FUI, Andi Hasbi enggan mengomentari rencana aksi itu, karena sedang berada di luar negeri. "Saya sedang di Kuala Lumpur, tidak di Indonesia," kata Andi kepada CNNIndonesia.com.
Sementara Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan melarang massa GNPF kembali turun ke jalan. Karena, menurutnya, semua tuntutan massa GNPF MUI terkait kasus dugaan penodaan agama sudah ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Aksi apalagi. Sudah cukup lah," kata Iriawan.
Sementara itu, terkait dengan kasus Ahok, Iriawan meminta massa menyerahkan seluruh prosesnya kepada pengadilan.