Sejumlah karangan bunga untuk Ahok tersebut sempat dibakar massa aksi buruh 1 Mei lalu. Sementara sebagian besar karangan bunga telah dipindahkan ke Monas.
Belasan truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat pun dikerahkan mengangkut karangan bunga yang mulai rusak. Masalahnya, meski tidak menganggu trotoar dan jalanan lagi, karangan bunga yang mulai rusak ini malah menumpuk di dalam Monas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isnawa menjelaskan, sampah karangan bunga tersebut sebisa mungkin akan dimanfaatkan untuk daur ulang. Bunga-bunga yang membusuk dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos.
"Kalau bunganya sudah busuk sebenarnya bisa buat bahan kompos. Kami punya rencana menawarkan bunga-bunga ini ke pengelola pembuatan kompos. Tapi karena kondisinya sudah ditumpuk begini, butuh waktu buat memilah, memisahkan sterofoam dengan bunga-bunga itu," ujar Isnawa.
Lihat juga:Karangan Bunga Mulai 'Serbu' Istana |
Ahok diketahui menerima ribuan karangan bunga dengan berbagai pesan dari para pendukungnya. Tak hanya mengirim karangan bunga, para pendukung setia Ahok yang sedih lantaran sang jagoan kalah di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, 19 April lalu, bahkan menjadikan jajaran karangan bunga itu sebagai lokasi wisata baru.
Hingga beberapa hari setelah karangan bunga memenuhi jalan utama di Balai Kota dan sekitarnya, ratusan pendukung Ahok terus berdatangan. Mereka berfoto di antara karangan bunga dengan kata-kata yang menarik.