Polisi Kembali Ringkus 212 Tahanan Rutan Pekanbaru

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Sabtu, 06/05/2017 15:45 WIB
Polisi Kembali Ringkus 212 Tahanan Rutan Pekanbaru Petugas kepolisian berpakaian sipil bersama prajurit TNI menangkap salah satu tahanan yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Kelas IIB, Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5). (Antara Foto/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Riau hingga Sabtu (6/5) pagi pukul 09.00 WIB berhasil menangkap kembali 212 tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru. Meski demikian kepolisian belum memastikan jumlah napi yang masih dalam pelarian.

Kepala Biro Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengataka,n seluruh tahanan yang berhasil ditangkap kemudian dievakuasi ke Lapas kelas 2A di Tangkerang, Pekanbaru.

Polisi juga telah melakukan mediasi dengan para tahanan yang sempat kabur itu. Mediasi menghasilkan empat kesepakatan. Pertama, seluruh napi akan membersihkan dan memperbaiki pintu-pintu sel. Kedua, ruang makan dan dapur akan diperbaiki dan difungsikan kembali.
Kesepakatan ketiga terkait dengan penjagaan oleh petugas jaga dan kepala lapas. "Pihak lapas juga berjanji akan menindaklanjuti tuntutan napi," kata Rikwanto dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.


Mediasi itu dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat terkait seperti Kasat Brimobda Riau, Kapolresta Pekanbaru, Dandim 313 Pekanbaru, dan perwakilan napi dari masing-masing Blok A B dan C.

Saat ini, kata Rikwanto, situasi di sekitar Rutan Sialang Bungkuk telah kondusif. Kepolisian menempat sekitar 700 personel di antaranya 1 satuan setingkat kompi (SSK) dari Polresta Pekanbaru, 2 SSK dari Brimobda, 1 SSK dari TNI, 2 pleton dari Shabar Polda Riau, 1 peleton dari SatPol PP, serta 100 petugas dari Reskrim dan Pers Intelkam.
Sementara itu Kepala Biro Operasi Polda Riau Kombes Pol A Hafidh Yuhas mengatakan, kepolisian masih menunggu informasi dari pihak Rutan mengenai data sebenarnya tentang jumlah dan identitas tahanan yang melarikan diri pada Jumat (5/5).

Ia mengatakan sejak insiden kaburnya tahanan Rutan Sialang Bungkuk, sekitar 14.000 personel dari seluruh jajaran Polda Riau diturunkan untuk menangkap kembali tahanan.

Metode yang dilakukan dengan cara menyekat wilayah Riau dan berkoordinasi dengan Polda lain seperti di Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara.
Hafidh mengatakan, pergerakan para tahanan yang kabur sangat cepat. Itu diketahui setelah polisi berhasil menangkap tahanan yang kabur hingga ke perbatasan Sumatera Barat yang berjarak 100 kilometer dari Pekanbaru.

"Yang kami khawatirkan adalah tahanan yang masih berkeliaran melakukan tindak kejahatan," kata Hafidh seperti dilansir dari Antara.