Sementara para personel kepolisian bersenjata gas air mata menyiapkan barisan dari berbagai sudut. Mereka ada yang sudah bersiaga dari dalam pagar rutan. Satuan Brimob juga bersiap membubarkan massa dari dua arah, di sisi kiri maupun kanan kelompok massa.
"Nanti kalau water cannon mulai menyemprot, gerbang dibuka. Polisi merangsek masuk ke kerumunan dan membubarkan massa," kata salah seorang petugas di sekitar Rutan Cipinang, Selasa (9/5).
Massa pendukung terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga petang ini masih berkumpul di sepanjang jalan gerbang utama Rutan Cipinang. Polisi memberikan batas waktu kepada peserta aksi untuk membubarkan diri hingga pukul 18.00 WIB.
Polisi bersenjata dan mobil water cannon bersiaga di sekitar Rutan Cipinang untuk membubarkan massa pro Ahok. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Ahok menyampaikan terima kasih atas dukungan dari teman-teman. Mohon tetap memberi dukungan tetapi dalam jalur konstitusional. Pak Ahok meminta agar teman-teman pulang," kata Andry, disambut sorakan massa.
Andry mengingatkan kepada massa agar tenang, tidak berbuat kerusuhan, serta segera meninggalkan lokasi sekitar rutan.
"Pak Ahok sekarang sedang beribadah, sedang berdoa dengan keluarga dan pendeta," kata Andry yang kembali disambut sorakan dari massa.
"Terima kasih Pak Kapolres. Tetapi kami tetap pada niat kami. Kami ingin Ahok orasi disini walau cuma lima menit," kata orator.
Polisi bersenjata dan mobil water cannon bersiaga di sekitar Rutan Cipinang untuk membubarkan massa pro Ahok. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)