Alat Penerjemah yang Mati dan Senyum Jokowi untuk Raja Swedia

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 22/05/2017 16:32 WIB
Alat pendengar untuk menerjemahkan bahasa milik Raja Swedia tak berfungsi saat Jokowi memberi keterangan. Jokowi sempat menghentikan pidato beberapa saat. Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo sempat tersenyum saat memberikan pernyataan resmi bersama Raja Swedia Carl XVI Gustaf di Ruang Teratai gedung induk Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5). Penyebabnya adanya matinya alat pendengar yang digunakan Gustaf untuk mendengar terjemahan ucapan Jokowi.

Kejadian berlangsung saat Jokowi selaku tuan rumah mendapat kesempatan untuk memberikan keterangan. Saat itu, sang Raja terlihat beberapa kali memencet alat pendengar tersebut. Tanpa alat itu, ia jelas tak bisa memahami pernyataan Jokowi. Karena tak kunjung berfungsi, ia kemudian meminta bantuan staf yang berdiri di belakangnya. 
Karena Gustaf tengah bermasalah dengan alat pendengar, Jokowi pun menghentikan sementara keterangannya. Keduanya saling tersenyum sebelum Gustaf menerima alat pendengar baru. Keterangan resmi keduanya pun dilanjutkan.

Melalui keterangan resminya, Jokowi merasa terhormat menerima kunjungan pertama Raja Gustaf ke Indonesia dalam sejarah 65 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swedia. 
Alat Penerjemah yang Mati dan Senyum Jokowi untuk Raja SwediaAlat penerjemah yang digunakan Raja Swedia sempat mati saat Jokowi memberikan keterangan resmi di Istana Bogor. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Ia menyatakan, kedua negara memiliki banyak persamaan dalam politik luar negeri, mulai dari berperan aktif dalam pasukan perdamaian PBB, mendukung kemerdekaan Palestina hingga membentuk kerja sama trilateral sejak 2015.
"Kami mengutamakan penyelesaian damai dalam konflik yang ada. Hal ini tentu saja merupakan aset yang harus dikapitalisasi," ujar Jokowi, Senin (22/5).


Jokowi juga menyambut baik penandatanganan tiga dokumen kerja sama pemerintah dalam bidang bebas visa paspor diplomatik dan dinas serta kerja sama di bidang transportasi, navigasi udara, dan bandara.

Sebelum itu, kedua kepala negara ini juga saling memberikan penghargaan. Jokowi memberikan penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Raja Gustaf. Penghargaan itu dibalas dengan The Royal Order of the Seraphim dari Raja Gustaf untuk Jokowi.