Djarot ditemani oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansah dan Direktur PT Transjakarta, Budi Kaliwono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi selaku orang nomor satu di angkutan masal berbasis bus itu menyatakan kaca-kaca yang pecah akibat ledakan bom pada Rabu (24/5) malam sudah diperbaiki sementara.
Djarot tampak serius mendengarkan penjelasan Budi terkait berbagai perbaikan yang sudah dilakukan pascaledakan, yang menewaskan lima orang itu. Politikus PDIP itu pun langsung masuk ke bagian dalam halte.
Djarot lantas menanyakan apakah ada lampu-lampu yang pecah akibat ledakan bom tersebut. Dia juga bertanya terkait jumlah penumpang yang menggunakan halte ini setiap harinya.
"Sehari itu bisa 50 sampai 60 ribu pak. Ini halte terintegrasi dengan 4 koridor," kata Budi menimpali.
Seperti diketahui, akibat ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, 16 orang menjadi korban. 11 orang luka-luka dan lima orang tewas, di mana tiga orang merupakan anggota polisi dan dua orang diduga pelaku peledakan bom tersebut.
Halte Transjakarta pun terkena dampak dari ledakan dua bom tersebut. Kaca-kaca halte pecah. Sementara itu, operasional halte tersebut ditutup sementara hingga pagi ini.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pelaku bom di Terminal Kampung Melayu adalah Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri. Mereka terkait dengan Bahrun Naim, warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Di Indonesia mereka adalah bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).