Total anggaran dari sejumlah kegiatan baru itu senilai Rp 12,35 miliar dan akan dimasukan dalam sistem e-budgeting.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut berasal dari dua bidang. Yakni bidang sarana, prasarana kota, lingkungan hidup (SPKLH) dan bidang perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada penyusunan peraturan penataan ruang yang berada di bawah Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta dengan anggaran senilai Rp300 juta.
"Totalnya sekitar Rp 1,35 miliar," ujar Tuty di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/5).
Sementara itu, di bidang perekonomian, Tuty menyebut ada 9 program baru, dengan total anggaran sebesar Rp11 miliar, yang dimasukkan ke dalam RKPD 2018. Namun, Tuty mengaku, pihaknya belum merinci kegiatan-kegiatan tersebut.
"Diantaranya seperti pengadaan angkutan laut, pesta rakyat, dan pendampingan kewirausahaan tingkat kecamatan (OKE OCE),” ujar Tuty.
Sementara untuk realisasi program prioritas, seperti DP Rumah Nol Rupiah, kata Tuty, akan dilakukan secara bertahap. Dalam RKPD 2018, realisasi program DP Rumah Nol Rupiah ini masih dalam tahap pendataan.
Pendataan warga yang berhak mendapat rumah dengan DP Nol Rupiah ini tidak akan memakan banyak biaya karena bisa dimasukkan dalam anggaran pendataan warga yang membutuhkan rumah susun.
“Berarti sudah ada aktivitas yang sama. Jadi tinggal disinergikan, misal dengan aktivitas pendataan warga yang butuh rusun. Kita lihat kriterianya seperti apa, tidak harus ada anggaran khusus,” ujar Tuty.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, Tuty menyebut sebagian besar kegiatan yang diusulkan tim sinkronisasi Anies-Sandi sudah sinkron atau mirip dengan kegiatan-kegiatan yang masuk dalam perencanaan RKPD 2018 DKI Jakarta. Sehingga, tidak mengubah pagu anggaran yang sudah disusun Pemprov DKI Jakarta sebelumnya.
"Yang perlu dilakukan tinggal penajaman sasaran, misalnya dengan menambah sasaran dengan menyertakan difabel," kata Tuty.
“Dari hasil pertemuan selama ini, kami lihat beberapa program unggulan sangat memungkinkan untuk dilakukan di awal (masa pemerintahan Anies-Sandi). Walaupun mungkin tidak akan optimal, karena baru masuk RKPD 2018,” kata Naufal.
Namun, ia menambahkan, pihaknya masih akan terus mendorong beberapa program prioritas seperti OK OCE dan KJP Plus, untuk bisa masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017. Terlebih, katanya, hal ini sudah mendapat sinyal positif dari Kementerian Dalam Negeri.