Kata-kata itu keluar dari mulut Fiera Lovita di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta kemarin saat memberikan kesaksian atas kejadian yang menimpanya.
Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, Sumatera Barat ini mendapat intimidasi dari anggota Front Pembela Islam gara-gara postingannya di Facebook terkait kasus dugaan konten pornografi yang menjerat Rizieq Shihab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kadang fanatisme sudah membuat akal sehat dan logika tidak berfungsi lagi, udah zinah, kabur lagi, masih dipuja dan dibela. Masih ada yang berkoar-koar kalau ulama mesumnya kena fitnah, loh... dianya kabur, mau di-tabayun polisi beserta barang bukti aja gak berani".
Usai membuat postingan, Fiera mengajak dua anaknya keluar untuk jalan-jalan. Kebetulan hari itu adalah hari libur. Malamnya, dia membuka handphone dan mengecek Facebook. Di laman permintaan pertemanan, sebanyak 100 orang tengah menunggu konfirmasi.
Tak hanya itu, postingan Fiera pun sudah dicapture, disebarkan dan dibumbui oleh kaliamat bernada provokatif. Dia mengatakan, status itu pun menjadi viral di Sumatera Barat.
"Karena khwatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saya segera menutup akun saya," katanya.