Bupati Ingatkan Pemudik Tak Bawa Saudara ke Bekasi
CNN Indonesia
Jumat, 30 Jun 2017 06:25 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mengingatkan para pemudik yang akan kembali ke Kabupaten Bekasi, tidak membawa sanak saudara walaupun dengan alasan mencari kerja.
"Kabupaten Bekasi sudah padat dengan pendatang yang tidak kunjung mendapatkan pekerjaan," kata Neneng Hasanah Yasin di Kabupaten Bekasi, seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/6).
Menurut dia, sudah menjadi tradisi tahunan, masyarakat yang kembali dari kampung halaman membawa sanak saudaranya untuk mencari pekerjaan di Bekasi.
Namun, mendapatkan pekerjaan di Bekasi tidaklah mudah, karena pendatang harus memiliki kemampuan (skill) maupun ketrampilan dan keahlian. Tapi, katanya, pada lebaran tahun sebelumnya, banyak warga pendatang yang tidak memiliki kemampuan.
Banyaknya pendatang, kata Neneng, menyebabkan ruang gerak di Bekasi, menjadi sempit. Pendatang yang tak berhasil memperoleh pekerjaan, akhirnya lebih memilih untuk berdagang atau lainnya.
"Tentu ini akan menjadi tugas berat Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam melakukan pengaturan, pasalnya daerah setempat sudah tidak dapat menampung luapan pendatang," katanya.
Di Kabupaten Bekasi, kata Neneng, ada sekitar 4.000 perusahaan dengan kategori lokal, Asia dan mancanegara. Namun, agar dapat menjadi karyawan, pendatang harus memiliki keterampilan atau siap bekerja dengan baik dan mematuhi aturan yang berlaku.
Tapi, yang sering terjadi banyak pendatang yang terkesan ikut-ikutan datang ke Bekasi, tanpa dibekali pengetahuan.
Tentunya, menurut Neneng, hal itu dapat membahayakan pendatang dan terjerumus ke dalam tindak kriminal.
"Kabupaten Bekasi sudah padat dengan pendatang yang tidak kunjung mendapatkan pekerjaan," kata Neneng Hasanah Yasin di Kabupaten Bekasi, seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/6).
Menurut dia, sudah menjadi tradisi tahunan, masyarakat yang kembali dari kampung halaman membawa sanak saudaranya untuk mencari pekerjaan di Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu ini akan menjadi tugas berat Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam melakukan pengaturan, pasalnya daerah setempat sudah tidak dapat menampung luapan pendatang," katanya.
Tapi, yang sering terjadi banyak pendatang yang terkesan ikut-ikutan datang ke Bekasi, tanpa dibekali pengetahuan.
Tentunya, menurut Neneng, hal itu dapat membahayakan pendatang dan terjerumus ke dalam tindak kriminal.