BMKG: Langit Biru Jakarta Bukan Karena Bebas Polusi
CNN Indonesia
Sabtu, 01 Jul 2017 09:03 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini tengah melakukan analisis lanjutan mengenai tingkat polusi udara Jakarta. Analisis ini dilakukan sejak foto perbandingan langit Jakarta sebelum dan sesudah Lebaran menjadi viral di media sosial.
Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menyatakan, saat ini pihaknya sedang meneliti data udara untuk mengetahui tingkat polutan di Jakarta.
"Analisis komprehensif dilakukan dengan melihat tingkat polusi dan indikasi cuaca. Kita juga menganalisis data udara atas, lapisan per lapisan," kata Hary ketika dihubungi tim CNNIndonesia.com, Jumat (30/6).
Hary menerangkan, pada tanggal 24 dan 25 Juni pagi, beberapa wilayah di Jakarta saat itu berpotensi hujan sehingga menyebabkan awan kabut. Udaranya pun menjadi sedikit lembap. Sedangkan tanggal 26 dan 27 Juni, cuaca Jakarta relatif cerah sehingga langit tampak biru bersih.
Terkait rumor yang mengatakan bahwa Jakarta sedang 'menikmati' hari bersih pada H+1 dan H+2 Lebaran karena langit tampak biru, Harry menyebut itu karena tingkat polusi yang menurun.
Namun, dia menampik istilah ‘hari bersih’ karena hal itu sulit terjadi di Jakarta.
"Tidak ada istilah 'hari bersih'. Itu berarti tingkat polusinya nol persen, artinya tidak ada kendaraan motor yang beroperasi. Hal itu kan jarang terjadi," tuturnya.
"Bukan udara bersih, tapi polutannya turun," katanya menegaskan.
Sebelumnya, seorang pria bernama Amadeus Pribowo mengunggah foto langit Jakarta yang diambil pada empat hari berbeda, yakni tanggal 24 Juni (H-1 Lebaran), 25 Juni (saat Lebaran), 26 Juni (saat Lebaran) dan 27 Juni (H+1 Lebaran). Amadeus mengunggah foto tersebut di Facebook dan mengundang beragam reaksi netizen.
Foto tersebut mengundang 158 komentar, 2000 likes dan dibagikan lebih dari 7500 kali.
Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menyatakan, saat ini pihaknya sedang meneliti data udara untuk mengetahui tingkat polutan di Jakarta.
"Analisis komprehensif dilakukan dengan melihat tingkat polusi dan indikasi cuaca. Kita juga menganalisis data udara atas, lapisan per lapisan," kata Hary ketika dihubungi tim CNNIndonesia.com, Jumat (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menyoal Jakarta yang Tak Kunjung Hijau |
Terkait rumor yang mengatakan bahwa Jakarta sedang 'menikmati' hari bersih pada H+1 dan H+2 Lebaran karena langit tampak biru, Harry menyebut itu karena tingkat polusi yang menurun.
Langit Jakarta yang tampak biru saat libur Lebaran. (Dok. Facebook/Amadeus Pribowo) |
"Tidak ada istilah 'hari bersih'. Itu berarti tingkat polusinya nol persen, artinya tidak ada kendaraan motor yang beroperasi. Hal itu kan jarang terjadi," tuturnya.
"Bukan udara bersih, tapi polutannya turun," katanya menegaskan.
Sebelumnya, seorang pria bernama Amadeus Pribowo mengunggah foto langit Jakarta yang diambil pada empat hari berbeda, yakni tanggal 24 Juni (H-1 Lebaran), 25 Juni (saat Lebaran), 26 Juni (saat Lebaran) dan 27 Juni (H+1 Lebaran). Amadeus mengunggah foto tersebut di Facebook dan mengundang beragam reaksi netizen.
Foto tersebut mengundang 158 komentar, 2000 likes dan dibagikan lebih dari 7500 kali.
Langit Jakarta yang tampak biru saat libur Lebaran. (Dok. Facebook/Amadeus Pribowo)