Nelayan Pantura Minta Susi Pudjiastuti Tak Sekadar Janji

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Kamis, 20/07/2017 13:45 WIB
Nelayan Pantura Minta Susi Pudjiastuti Tak Sekadar Janji Sejumlah nelayan Pantura siap mengganti kapal cantrang jika Kementerian Kelautan dan Perikanan benar-benar menerapkan rencana programnya. (Antara Foto/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nelayan di Pantai Utara Jawa Tengah, khususnya Kota Tegal meminta agar sejumlah rencana perbaikan yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin Susi Pudjiastuti tidak sekadar janji.

Anggota Serikat Nelayan Cantrang Tegal Kajidin menyebut salah satu rencana KKP adalah mengganti cantrang dengan alat tangkap yang disebut lebih ramah lingkungan

"Saya tidak apa-apa kalau mau diganti, tapi dari dulu juga cuma janji, bilang mau ada pendampingan, tapi akhirnya terbengkalai," kata Kajidin saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesawat telepon, Kamis (20/7).


Kajidin tidak menolak jika pemerintah mengharuskan alat tangkap cantrang diganti, dia menyebut akan mengikuti segala peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah itu.

Hanya saja, kata Kajidin, pemerintah juga harus mempertimbangkan wilayah pengelolaan perikanan serta jenis ikan yang selama ini ditangkap oleh nelayan-nelayan itu.

"Karena pertimbangan-pertimbangan itu berpengaruh terhadap alat ganti yang nantinya diberikan pada kami, jangan sampai semua alatnya disamaratakan. Sebab, tiap daerah, tiap jenis ikan perlu alat tangkap yang berbeda," kata dia.

Hal serupa disampaikan oleh Agus Mulyono, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia asal Lamongan ini mengeluhkan KKP yang selalu menggembor-gemborkan akan melakukan penggantian alat tangkap sekaligus pendampingan.

Wilayah Pengelolaan Perikanan

Hal lain yang dikeluhkan oleh Agus terkait wilayah pengelolaan perikanan (WPP), Agus tidak menyetujui jika nantinya para nelayan ini akan dipindahkan WPP-nya ke wilayah lain.

"Cantrang, tidak masalah diganti. Tapi mana, selama ini KKP hanya omong besar, bilang juga mau pindahkan WPP, tapi kapalnya tidak sesuai, ya kita tidak bisa dapat ikan," kata dia.
Nelayan Tegal banyak berlabuh di Muara Angke karena kondisi pelabuhan di daerahnya tidak memadai.Nelayan Tegal banyak berlabuh di Muara Angke karena kondisi pelabuhan di daerahnya tidak memadai. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Aghnia Adzkia)
Sebelumnya, Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaya menyebut pihaknya telah sepakat akan memfasilitasi peralihan alat tangkap bagi nelayan di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah, khususnya bagi nelayan Tegal yang memang banyak menggunakan alat tangkap cantrang.

KKP pun, kata Sjarief, telah melakukan dialog dengan sejumlah nelayan, agar pergantian alat tangkap tersebut berjalan maksimal.

"Kita sudah menyepakati pergantian alat tangkap, nelayan setuju tapi syaratnya minta wilayah pengelolaan perikanannya tidak diubah dan ada beberapa syarat lainnya," kata Sjarief.

Selain syarat tersebut, Kajidin juga meminta KKP memperbaiki terlebih dahulu pelabuhan perikanan yang ada di daerahnya.

"Pelabuhan perikanan di tempat kami sangat jelek kualitasnya, kapal ukuran di atas 30 GT sudah tidak bisa mendarat. Otomatis banyak yang mendarat di Muara Angke, padahal sangat jauh," kata Kajidin.

Permintaan ini menurut Sjarief akan terus diusahakan sehingga kapal-kapal asal Tegal yang berpangkalan di Muara Angke dapat kembali berpangkal di Tegal.

"Iya kita akan lakukan perbaikan, secepatnya kita akan keruk dan perbaiki, perlu diingat kita akan lalukan ini bukan hanya untuk pelabuhan di Tegal," kata dia