"Kita patut mencontoh pembangunan MRT, bagaimana pembangunan dilakukan tapi lalu lintas tetap lancar," ujarnya disela sambutan acara Tahun Keselamatan untuk Manusia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (30/7).
Perlintasan MRT memang dibangun dalam dua jenis yakni jalur layang dan bawah tanah. Dalam penggunaannya, jalur MRT tidak bersinggungan langsung dengan jalan raya. MRT sendiri merupakan kereta yang terdiri dari maksimal enam rangkaian.
Proyek pembangunan tahap satu MRT di Jakarta berada pada rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja-Bundaran HI dan ditargetkan beroperasi paling lambat tahun 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itulah, Kalla mengatakan, Bappenas harus dapat mempelajari management traffic dengan baik jika ingin melakukan pembangunan.
Kemacetan, Kalla menilai, memang menjadi momok utama dari pembangunan. Namun, hal itu dinilainya sebagai tantangan yang harus diselesaikan.
"Ini tugas berat karena 10 tahun mendatang jumlah kendaraan lebih banyak, apabila tahun '70-an di Jakarta cukup satu kendaraan sekarang tidak lagi. Bapak satu (mobil), anak satu (mobil)," ucapnya. (evn)