Muhadjir Minta Sekolah Nyanyikan Indonesia Raya Versi Lengkap

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 03/08/2017 20:11 WIB
Muhadjir Minta Sekolah Nyanyikan Indonesia Raya Versi Lengkap Ilustrasi murid sekolah memainkan alat musik untuk mengiringi nyanyian lagu Indonesia Raya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy berencana mengeluarkan edaran agar sekolah-sekolah tak lagi menyanyikan lagu Indonesia Raya sepanjang satu stanza, melainkan tiga stanza.

"Kemdikbud akan mengeluarkan edaran agar di sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza," ujar Muhadjir di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (3/8).

Selama ini lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan adalah yang panjangnya satu stanza. Stanza adalah sebutan untuk kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) satuan itu ditentukan lewat jumlah larik, pola matra, atau rima.


Adapun payung hukum untuk lagu kebangsaan serta tata cara penggunaannya itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan.

Pada pasal 60 ayat 2 dituliskan bahwa lagu kebangsaan yang diiringi alat musik dinyanyikan lengkap satu strofe dengan satu kali ulangan pada refrein. Strofe adalah serapan dari Bahasa Belanda yang berarti stanza.

Kemudian, pada ayat 3 ditulis lagu kebangsaan yang tidak diiringi alat musik dinyanyikan lengkap satu stanza pertama, dengan satu kali ulangan pada bait ketiga stanza pertama.
Tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza tersebut, Muhadjir mengaku pernah mempraktikkannya saat memimpin upacara di sekolah. Dalam kesempatannya tersebut, Muhadjir mengaku tidak ada masalah dan semua peserta upacara bernyanyi dengan khidmat. 

"Saya sudah tiga kali memimpin upacara dengan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Asalnya itu kan tiga stanza," ujar Muhadjir.

Ditanya perbedaan, Muhadjir menegaskan bahwa jelas terdapat perbedaan dalam lagu Indonesia Raya versi satu stanza dan tiga stanza. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti berfoto.

"Jelas beda dong. Kalau 1 stanza ibaratnya foto setengah badan. Kalau 3 stanza foto penuh," tutur dia.
Dalam sejarah Indonesia, lagu Indonesia Raya kali pertama diperdengarkan saat Kongres Pemuda II pada 1928 silam. Kala itu, gesekan biola Wage Rudolf Supratman disebutkan memukau peserta kongres yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda.

Tata cara menyanyikan lagu kebangsaan itu menjadi satu stanza diberlakukan lewat Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Itu diterbitkan merujuk tak adanya keseragaman cara memperdengarkan dan menyanyikan Indonesia Raya dalam berbagai upacara.