"Ini untuk menjadi perhatian bagi masyarakat yang telah diingatkan berulang kali. Ini untuk menunjukkan ketegasan dan keseriusan kami," kata Refrizal, Sabtu (5/8) seperti dilansir Reuters.
Refrizal yang juga menjabat Kepala Satgas Karhutla Provinsi Jambi mengatakan, hal itu untuk mendukung upaya semua pihak mencegah dan memadamkan kebakaran hutan di Jambi yang telah menyebabkan muncul kabut asap.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan terdapat lima provinsi yang menetapkan status darurat kebakaran yakni Provinsi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Di Jambi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitter pribadinya mengatakan Satgas Karhutla berupaya memadamkan api yang membakar 10 hektar lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik panas itu mayoritas terpantau di Kalimantan, diikuti oleh Pulau Sumatera dan Jawa. BNPB juga telah mengingatkan bahwa ancaman kebakaran hutan akan semakin tinggi seiring musim kemarau yang mencapai puncaknya pada September mendatang.
Kebakaran hutan terjadi hampir setiap tahun di Indonesia. Asap akibat kebakaran hutan bahkan kerap mencapai hingga Singapura dan Malaysia.
Peristiwa kebakaran hutan terparah salah satunya terjadi pada 2015 lalu. Saat itu, data Bank Dunia mencatat pada Juni hingga Oktober, Indonesia kehilangan 2,6 juta hektar lahan akibat kebakaran dengan estimasi kerugian sekitar $16 miliar (Rp199,76 triliun).