NasDem Tak Akan Minta Maaf ke Gerindra Soal Kasus Viktor

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 19:36 WIB
DPP Partai NasDem menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat atas pernyataan kadernya, Viktor Bungtilu Laiskodat. DPP Partai NasDem menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat atas pernyataan kadernya, Viktor Bungtilu Laiskodat. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat atas pernyataan kadernya, Viktor Bungtilu Laiskodat.

NasDem menilai, Viktor sama sekali tidak pernah menuding keempat partai itu intoleran dan mendukung negara khilafah karena menolak Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas.

Menutur politikus NasDem Johnny G Plate, pernyataan Viktor di Kupang, NTT pada awal pekan lalu untuk menjelaskan sikap politik fraksi NasDem atas isu yang menyangkut Perppu Ormas.

Saat itu, kata Johnny, Viktor selaku anggota DPR tengah memberikan penjelasan kepada konstituen di daerah pemilihannya agar memahami risiko jika menolak Perppu Ormas.


"DPP NasDem sudah menjelaskan konteks pidato Pak Viktor adalah dalam kaitan menjaga ideologi dan konstitusi negara. Nah kalau dalam kaitan itu, kapada siapa harus minta maaf," ujar Johnny di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Senin (7/8).

Johnny menyatakan, NasDem mengklaim hanya bisa bersimpati kepada parpol atau pihak yang merasa tersinggung akibat rekaman pidato Viktor yang telah diedit. Menurutnya, banyak pihak tersinggung atau emosi ketika mendengar pidato Viktor yang telah diedit tersebut.

Terkait pidato itu, Johnny berkata, partainya tidak akan memberikan sanksi terhadap Viktor. NasDem menilai pernyataan Ketua Fraksi NasDem itu adalah hal positif karena bertujuan untuk memperkuat ideologi bangsa.

"Masa perbuatan baik untuk menjaga negara diberikan sanksi. Kami justru mendukung banyak pihak untuk saat ini waktu melihat Indonesia secara utuh dan melaksanakan politik dengan kualitas demokrasi yang baik," ujarnya.
NasDem Bela Viktor, Tak Akan Minta Maaf ke Gerindra CsPolitikus NasDem Johnny G Plate menyatakan partainya membela Viktor untuk tidak meminta maaf. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Ketua tim kajian rekaman pidato Viktor, Zulfan Lindan menuturkan, tidak ada satu pun pernyataan Viktor yang bermasalah. Semua pihak diminta mendengarkan rekaman secara utuh dan autentik.

Zulhan menilai, seluruh pernyataan Viktor untuk perbaikan bangsa ke depan dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI. Karena itu, ia menegaskan, NasDem dan Viktor tidak perlu meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

"Apakah kami harus minta maaf, saya kira enggak perlu. Dari sudut mana harus kami minta maaf," ujar Zulfan.

Meski enggan meminta maaf, Zulfan mengaku NasDem menghormati langkah hukum Gerindra dan beberapa partai yang melaporkan Viktor ke kepolisian. Namun, ia yakin NasDem memiliki bukti rekaman autentik pidato Viktor sebagai bahan penyidik menilai laporan tersebut.

"Kami juga akan memberikan rekaman utuh pidato Pak Viktor yang tidak diedit kepada empat partai yang disebut," ujar Zulhan.

Sementara itu, Zulfan mengklaim, citra partai NasDem tidak akan menurun akibat kasus yang mendera Viktor. Ia mengaku, kasus tersebut merupakan murni timbul akibat ulah pihak yang sengaja menjatuhkan NasDem.

Zulfan mengatakan, NasDem merupakan partai kecil yang baru terbentuk tiga tahun lalu. Menurutnya, NasDem yang hanya memiliki 36 kadernya di parlemen tidak mungkin sengaja membuat gaduh politik untuk mengais kekuasaan.

"Bahkan NasDem yang selalu dipojokkan tidak pernah melakukan hal reaktif," ujarnya.