Plus-Minus Kasus Dumolid Tora Sudiro untuk Masyarakat

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 15/08/2017 08:35 WIB
Selama ini dumolid hanya dikenal oleh kalangan tertentu saja. Hingga saat Tora Sudiro ditangkap, dumolid menjadi lebih 'go public' di masyarakat luas. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Jakarta Selatan beberapa waktu lalu menangkap artis Tora Sudiro karena diduga mengonsumsi dan memiliki Dumolid tanpa resep dokter. Tora kedapatan memiliki 30 butir Dumolid saat ditangkap polisi di rumahnya.

Penangkapan Tora sontak membuat publik bertanya-tanya perihal Dumolid yang dikonsumsi Tora. Dari penelusuran, diketahui kalau Dumolid merupakan obat yang berfungsi untuk mengatasi gangguan tidur. Namun, Dumolid termasuk ke dalam obat psikotropika, sehingga tidak bisa dibeli sembarangan seperti obat biasa pada umumnya.

Selama ini Dumolid hanya dikenal oleh kalangan tertentu saja. Hingga saat Tora ditangkap, Dumolid menjadi lebih 'go public' di masyarakat luas.
Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional, Kombes Sulistriandiatmoko mengatakan, kasus yang menjerat pemeran Indro Warkop di film 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss' itu memiliki dampak positif dan negatif untuk masyarakat.


Dampak positifnya, masyarakat menjadi tahu bahwa ada obat yang tidak bisa dikonsumsi sembarangan dan dapat diberi hukuman pidana jika disalahgunakan.

Dampak negatifnya, yakni semakin besar potensi penyalahgunaan psikotropika oleh masyarakat yang sudah tahu kegunaan psikotropika.

"Memang masuk akal kalau itu menjadi kegalauan kita bersama," kata pria yang karib disapa Sulis itu saat diwawancara CNNIndonesia.com, Sabtu (12/8).
Sulis mengaku pihaknya tidak bisa memantau peredaran obat-obatan jenis psikotropika. Baik dari proses pembuatan di dalam negeri, impor, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen. Menurutnya, tugas tersebut merupakan ranah dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Meski begitu, BNN dan kepolisian terbuka kemungkinan akan tetap menangkap seseorang yang diduga menyalahgunakan psikotropika.

"Di dalam peredarannya, sepanjang Polri dan BNN bisa menangkap, ya kita tangkap," ujar Sulis.

Dorong Kerja Sama BNN-BPOM-Polri

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2