Untuk kali pertama setelah lebih dari satu dekade, SBY dan Megawati berada di barisan podium kehormatan upacara peringatan kemerdekaan RI.
SBY dan Megawati saling berjabat tangan. Peristiwa itu menjadi momen langka yang menyita perhatian hadirin di Istana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran BJ Habibie melengkapi jajaran para mantan di Istana. Dia menyebut berkumpulnya eks pempimpin negara di Istana menjadi simbol persatuan bangsa.
Upacara kemerdekaan di Istana untuk pertama kalinya dihadiri jajaran mantan presiden lengkap karena selama SBY memimpin negeri, Megawati tak pernah menginjakkan kaki di Istana setiap kali upacara HUT RI.
Ramah tamah Presiden Jokowi, SBY, Megawati, dan Habibie di Istana Merdeka (Biro Pers Setpres) |
Megawati baru rutin mengikuti upacara peringatan kemerdekaan sejak Jokowi menjabat presiden 2014. Sejak itu pula giliran SBY dua kali absen (2015-2016).
SBY-Megawati terakhir kali bertemu empat tahun silam, ketika suami Megawati, Taufik Kiemas, meninggal dunia (2013). SBY kala itu memimipin upacara kenegaraan pemakaman Taufik.
Rivalitas politik SBY-Megawati terjadi sejak mereka mulai bersaing memperebutkan kekuasaan di Pilpres 2009. SBY yang sempat membantu kabinet di kursi Menko Polkam, berhasil menggeser kepemimpinan Megawati di Istana.
Megawati sejak itu berteguh hati untuk beroposisi dengan pemerintahan SBY (2004-2014). Sepuluh tahun berlalu, PDI Perjuangan kini jadi partai penguasa pemerintah.
Sowan SBY ke Istana kemarin sedikit mencairkan kekikukan politik dingin mereka. "Kompak membangun negerinya bersama-sama, Insya Allah 2045 negara kita akan kuat, makin adil, dan makin makmur," kata SBY usai upacara.
Sebagaimana yang dikatakan oleh pihak kesekretariatan Presiden, "Berkumpulnya para presiden Republik Indonesia dalam Peringatan Kemerdekaan ke-72 ini menjadi hadiah istimewa bagi Indonesia."
Ramah tamah Presiden Jokowi, SBY, Megawati, dan Habibie di Istana Merdeka (Biro Pers Setpres)