Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai pertemuan keduanya, yang merupakan Ketua Umum PDIP dan Ketua Umum Partai Demokrat itu, adalah sebuah momen langka yang hanya dapat terjadi di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Hal ini sekaligus membuktikan pola komunikasi Jokowi yang efektif sehingga bisa mempertemukan dua mantan presiden," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi dalam pesan singkat kepada wartawan, Jumat (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, pertemuan keduanya juga dapat dimaknai sebagai simbol persatuan untuk bersama membangun bangsa. Baidowi pun berharap momentum itu dapat menjadi contoh bagi generasi muda ke depan.
Untuk kali pertama setelah lebih dari satu dekade, Megawati Soekarnoputri dan SBY berada di barisan podium kehormatan upacara peringatan kemerdekaan RI.
Megawati dan SBY saling berjabat tangan. Peristiwa itu menjadi momen langka yang menyita perhatian hadirin di Istana. Jabat tangan dua rival politik itu mencairkan suasana perhelatan meriah di Istana.
Megawati tidak pernah hadir dalam upacara kemerdekaan di Istana kala SBY menjabat sebagai presiden selama dua periode. Padahal ketika Jokowi menjadi presiden, Megawati sudah dua kali berturut-turut memperingati kemerdekaan Indonesia di istana.
SBY dua kali berturut-turut tidak ikut perayaan kemerdekaan di istana kala tidak lagi menjadi presiden. Pada peringatan kemerdekaan kali ini, Megawati dan SBY akhirnya bertemu.
Keduanya, terakhir kali bertemu empat tahun silam, ketika suami Megawati, Taufik Kiemas, meninggal dunia pada 2013. SBY kala itu memimipin upacara kenegaraan pemakaman Taufik.
Lihat juga:SBY Tidak Terlihat di Sidang Tahunan MPR |