Pengajar Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, BPSDM Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo menjelaskan, setidaknya ada tiga keuntungan yang didapat pemerintah terkait pemberian remisi tersebut
Pemberian resmi telah diatur dalam Undang Undang (UU) Pemasyarakatan Nomor 12 Tahun 1995. Dalam Pasal 14 ayat 1 huruf i dijelaskan, narapidana berhak mendapatkan pengurangan masa pidana (remisi).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya potongan bervariasi dari satu bulan hingga enam bulan. Besaran tersebut tergantung lamanya warga binaan menjalani hukuman.
Sebanyak 90.372 narapidana mendapat remisi atau RU I, sedangkan 2.444 narapidana langsung bebas usai menerima remisi atau RU II.
Penghematan anggaran makan 90.372 narapidana penerima RU I mencapai Rp98.615.979.000, sedangkan penghematan anggaran makan 2.444 narapidana penerima RU II mencapai Rp3.485.223.000. Sehingga total penghematan anggaran makan narapidana mencapai Rp102.101.202.000.
Keuntungan ketiga dari remisi napi koruptor, ia menambahkan, akan menyusutkan jumlah penghuni lapas yang selama ini berkutat dengan kelebihan kapasitas.