Polisi Butuh Konfirmasi Buat Sketsa Ulang Penyerang Novel

Patricia Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 20/08/2017 17:28 WIB
Polisi Butuh Konfirmasi Buat Sketsa Ulang Penyerang Novel Polisi akan mengonfirmasi sejumlah saksi terkait sketsa wajah pelaku penyiramanterhadap Novel Baswedan. CNNIndonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyatakan, polisi akan mengonfirmasi ke sejumlah pihak sebelum berencana membuat kembali sketsa wajah pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Keputusan itu diambil setelah penyidik Polri memeriksa Novel di Singapura, Senin (13/8). Dalam kesempatan itu, KPK ikut mendampingi pemeriksaan yang dilakukan Polri.

"Kami masih konfirmasi saksi, kita tunggu saja," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (20/8).

Argo mengatakan, Novel tidak menjelaskan soal sketsa yang dibuat oleh Polri saat pemeriksaan lalu. Sketsa itu sebelumnya telah dipublikasi oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.


Argo menambahkan, pemeriksaan Novel pekan lalu tidak akan dikonfrontasi dengan saksi lain. Pada pemeriksaan itu, Argomengatakan, Novel tak bercerita soal adanya penyidik lain di KPK yang mendapat intimidasi.

Polisi telah mengonfirmasi berbagai pernyataan Novel di media massa saat melakukan pemeriksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian setelah mendapatkan pengakuan dari Novel.

Sementara Tito menyatakan akan memberikan akses penuh kepada tim KPK selama mengusut kasus Novel. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyatakan akan mengklarifikasi semua hal yang dibeberkan Novel dalam pemeriksaan, termasuk soal sketsa wajah, saksi yang memberikan keterangan sebagai sumber sketsa.

Novel mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada (11/4). Atas serangan itu, ia mengalami luka dan harus menjalani perawatan mata kiri di rumah sakit di Singapura.