Menurutnya, sebelum konflik marak terjadi kata 'hijrah' identik dengan perpindahan penduduk dari Mekkah ke Madinah. Namun, saat ini banyak penduduk beragama Islam dari Timur Tengah yang pindah ke dataran Eropa.
"Sekarang ini hijrah dari Suriah ke Eropa, dari Irak ke Eropa, semua ini membawa kesedihan karena saling membawa konflik satu sama lain. Sehingga jika kita bicara Islam adalah Rahmatan Lil Al-Amin tentu bagaimana caranya melaksanakan itu," kata JK di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Rabu (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut JK, tak ada ajaran agama apapun yang membawa nilai-nilai buruk bagi penganutnya. Kesalahpahaman justru kerap dibawa para pemeluk agama.
"Apakah Rahmatan Lil Al-Amin dengan saling perang satu sama lain? Membunuh? Tentu bukan agama yang salah, perilaku yang salah. Karena itu kita bersyukur berada di Indonesia yang penuh toleransi satu sama lain," tuturnya.
JK juga meminta pendidikan bagi generasi muda dilakukan dengan tujuan memperbaiki masa depan bangsa. Menurutnya, lembaga pendidikan tak perlu terlalu larut dalam kejayaan masa lalu.
"Apa beda museum dengan universitas? Museum bicara masa lalu, perguruan tinggi bicara masa depan. Karena itu jangan hanya bangga karena nama Universitas ini Ibnu Chaldun, dia 700 tahun lalu begitu hebat itu masa lalu. Yang kita perlukan adalah masa depan," katanya.
Sebelumnya, Rabu (28/6), otoritas tiga negara di Eropa, Spanyol, Inggris, dan Jerman, menangkap anggota kelompok yang diduga sel ISIS cabang Eropa Barat.
Kedua di Inggris. Tarik Chadlioui, seorang ulama, diamankan di kediamannya di Birmingham atas permintaan otoritas Spanyol.
Sementara di Jerman, penangkapan dilakukan di Dortmund. Aparat setempat menangkap pemuda berkebangsaan Spanyol berusia 28 tahun.
Menurut otoritas antiteror, keenam orang tersebut diduga melakukan aktivitas terorisme via dunia maya serta berperan sebagai perekrut dan penghimpun dana bagi ISIS untuk kawasan Spanyol, Britania Raya, dan Jerman. (djm/djm)