Wapres Jusuf Kalla Mengaku Makna Hijrah Kini Bergeser

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 23/08/2017 14:05 WIB
Wapres Jusuf Kalla Mengaku Makna Hijrah Kini Bergeser Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut makna hijrah kini telah bergeser. Hal itu terkait beberapa aksi teror di negara-negara Eropa. (Foto: CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai konflik antar negara Islam di kawasan Timur Tengah berdampak pada bergesernya makna hijrah.

Menurutnya, sebelum konflik marak terjadi kata 'hijrah' identik dengan perpindahan penduduk dari Mekkah ke Madinah. Namun, saat ini banyak penduduk beragama Islam dari Timur Tengah yang pindah ke dataran Eropa.

"Sekarang ini hijrah dari Suriah ke Eropa, dari Irak ke Eropa, semua ini membawa kesedihan karena saling membawa konflik satu sama lain. Sehingga jika kita bicara Islam adalah Rahmatan Lil Al-Amin tentu bagaimana caranya melaksanakan itu," kata JK di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Rabu (23/8).


Pernyataan JK merujuk pada banyaknya aksi-aksi teror yang terjadi di Eropa. Aksi teror di beberapa negara di Eropa tersebut, diduga dilakukan para imigran yang berasal dari Timur Tengah.
Yang terbaru adalah aksi teror di Las Ramblas, Barcelona, Spanyol. Aksi teror tersebut diduga dilakukan seorang pria berusia 22 tahun kelahiran Maroko, bernama Younes Abouyaaqoub.

Menurut JK, tak ada ajaran agama apapun yang membawa nilai-nilai buruk bagi penganutnya. Kesalahpahaman justru kerap dibawa para pemeluk agama.

Pemahaman ajaran agama yang salah juga sering berdampak pada pudarnya toleransi antarumat beragama.

"Apakah Rahmatan Lil Al-Amin dengan saling perang satu sama lain? Membunuh? Tentu bukan agama yang salah, perilaku yang salah. Karena itu kita bersyukur berada di Indonesia yang penuh toleransi satu sama lain," tuturnya.
Politikus senior Partai Golkar itu juga menilai pendidikan ilmu agama memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, pendidikan agama harus difokuskan pada kualitas alih-alih kuantitas tempat belajar.

JK juga meminta pendidikan bagi generasi muda dilakukan dengan tujuan memperbaiki masa depan bangsa. Menurutnya, lembaga pendidikan tak perlu terlalu larut dalam kejayaan masa lalu.

"Apa beda museum dengan universitas? Museum bicara masa lalu, perguruan tinggi bicara masa depan. Karena itu jangan hanya bangga karena nama Universitas ini Ibnu Chaldun, dia 700 tahun lalu begitu hebat itu masa lalu. Yang kita perlukan adalah masa depan," katanya.

Sebelumnya, Rabu (28/6), otoritas tiga negara di Eropa, Spanyol, Inggris, dan Jerman, menangkap anggota kelompok yang diduga sel ISIS cabang Eropa Barat.
Seperti diberitakan, Associated Press, Kamis (29/6), penangkapan pertama di Pulau Mallorca, 320 kilometer tepi barat pesisir pantai Spanyol. Sebanyak empat anggota kelompok terduga sel ISIS ditangkap.

Kedua di Inggris. Tarik Chadlioui, seorang ulama, diamankan di kediamannya di Birmingham atas permintaan otoritas Spanyol.

Sementara di Jerman, penangkapan dilakukan di Dortmund. Aparat setempat menangkap pemuda berkebangsaan Spanyol berusia 28 tahun.

Menurut otoritas antiteror, keenam orang tersebut diduga melakukan aktivitas terorisme via dunia maya serta berperan sebagai perekrut dan penghimpun dana bagi ISIS untuk kawasan Spanyol, Britania Raya, dan Jerman. (djm/djm)