Langkah Polisi Antisipasi Kemacetan Libur Panjang Idul Adha

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Sabtu, 26/08/2017 09:10 WIB
Langkah Polisi Antisipasi Kemacetan Libur Panjang Idul Adha Pihak Jasa Marga juga akan menyingkirkan pagar penghalang yang membatasi proyek pembangunan di ruas jalan tol. Tujuannya agar tidak terjadi kemacetan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama libur Hari Raya Idul Adha 2017, Polda Metro Jaya bersama sejumlah instansi terkait berencana menghentikan sementara pengerjaan proyek pembangunan di ruas Tol Jakarta-Cikampek yang selama ini selalu jadi penyebab utama kemacetan.

"Alhamdulillah, dari Jasa Marga menyampaikan bahwa selama 30 Agustus sampai 4 September (2017), pembangunan di jalan raya maupun di jalan tol tidak akan dilaksanakan atau di-pending," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/8).
Pihak Jasa Marga, kata Suntana, juga akan menyingkirkan barier atau pagar penghalang yang membatasi proyek pembangunan di ruas jalan tol. Sehingga ruas jalan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal.

Lebih lanjut Suntana mengatakan bahwa pihaknya juga akan memberlakukan pembatasan perlintasan kendaraan berat di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama libur Idul Adha nanti.
"Pemerintah akan mengeluarkan suatu keputusan pembatasan truk di atas tiga sumbu untuk melaksanakan kegiatan di hari-hari tertentu, termasuk saat arus berangkat dan arus balik. Jasa marga juga sudah menyiapkan tempat pemberhentian sementara yang cukup bagus," kata Suntana.


Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) menerapkan skema penyempitan jalan di beberapa titik pada ruas Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). Hal ini diberlakukan seiring dengan kembali dikerjakannya pembangunan jalan bebas hambatan tersebut sejak 6 Juli 2017 lalu.
Adapun, skema penyempitan jalan tersebut dijalankan melalui rekayasa marka untuk mempertahankan jumlah lajur agar tetap sama dengan jalur semula.

Titik penyempitan terbagi atas dua kawasan, yaitu Cibitung pada titik kilometer 25+400, KM 26+200, KM 27+050, serta KM 28. Kemudian di kawasan Cikarang Utama pada titik km 29+700, Cikarang Barat km 31+800, Cikarang Barat km 33+100, Cikarang Barat Utama (Cibatu) km 36+400, dan Cikarang Timur km 37+400.

Sebagai informasi, kepadatan jalur Tol Jakarta-Cikampek mencapai 590 ribu kendaraan per hari. Rasio ini sudah mencapai 1,3 kali lipat dari kepadatan rata-rata, sehingga sangat sensitif terjadi kemacetan yang luar biasa. (osc/osc)