Terpidana Terorisme Bom Panci Melahirkan di Mako Brimob

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Rabu, 30/08/2017 13:50 WIB
Terpidana Terorisme Bom Panci Melahirkan di Mako Brimob Terpidana kasus terorisme bom panci Dian Yulia Novi melahirkan saat menjalani hukuman di Mako Brimob Depok. (CNN Indonesia/Feri Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terpidana kasus terorisme Dian Yulia Novi melahirkan di Markas Korps (Mako) Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, Selasa (29/8). Kuasa hukum Dian, Kamsi membenarkan informasi tersebut. Namun, Kamsi tidak mengetahui secara pasti lokasi melahirkan Dian, apakah di Rumah Sakit atau di penjara.

"Iya benar sudah melahirkan, tapi saya perlu konfirmasi lebih lanjut terkait lokasinya," kata Kamsi kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (30/8).

Dian menjalani hukuman di penjara setelah mendapatkan vonis dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur.


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis tujuh setengah tahun penjara kepada Dian setelah terbukti bersalah merencanakan serangan teror terhadap Istana Negara. Vonis yang dijatuhkan pada (25/8) itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa yaitu 10 tahun penjara.

"Dian Yulia alias Ayatul Annnisa, telah didakwa atas permufakatan jahat, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme," seperti dikutip dari laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Putusan tersebut dibuat lebih dini karena Dian sedang dalam kondisi hamil tua pada saat itu.

Dian ditangkap bersama dua orang rekannya Nur Solihin dan Agus Supriyadi dengan barang bukti sebuah bom berbentuk panci di sebuah kamar indekos di kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat pada 10 Desember 2016. Dian mengaku telah menikah dengan Nur Solihin, Oktober 2016.

Rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara pada saat serah terima jaga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres), 11 Desember 2016.

Dian merupakan calon pelaku bom bunuh diri perempuan pertama di Indonesia yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Sebelum ditangkap di kamar indekosnya, Dian sempat pergi ke kantor pos untuk mengirimkan sebuah kardus berisi pakaian dan surat wasiat kepada orangtuanya.