Suciwati dan Anak yang Memperjuangkan Keadilan Kasus Munir

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 08/09/2017 04:50 WIB
Suciwati dan Anak yang Memperjuangkan Keadilan Kasus Munir Suciwati, istri mendiang aktvis Munir, mengikuti aksi kamisan ke 505 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis 7 September 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat dibunuh 13 tahun lalu, aktivis Munir Said Thalib meninggalkan dua orang anak yang hingga kini dibesarkan istrinya, Suciwati.

Dua 'jagoan' mendiang Munir itu adalah Diva Suukyi Larasathi dan Soeltan Alif Allende.


Pada peringatan 13 tahun kematian Munir, Suciwati menjelaskan selalu melibatkan anaknya dalam perjuangan membuka dokumen hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir (TPF KMM). Tak ada yang ia tutupkan pada kedua anaknya itu.


"Itu juga bagian dari andil ketika mereka izinkan (saya perjuangkan pembukaan dokumen Munir). Mereka juga ikut advokasi Abahnya," kata Suciwati di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).

Suciwati pun mengenang saat Munir belum tewas. Kala itu, Suci dan Munir tak pernah memaksa anaknya untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Ia membebaskan anak-anaknya memilih jalan hidup.

"Terserah mereka mau jadi aktivis, tentara atau presiden," kata Suci.

Lebih lanjut, Suciwati mengaku banyak tantangan yang ia hadapi dalam perjuangan pembukaan dokumen kematian suaminya. Ada rasa luka dan rasa kerinduan yang tidak terganti dan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


"Ini juga ruang yang kita enggak mau orang lain merasakan hal yang tidak enak ini. Makanya harus bicara dan mengingatkan kepada negara, ini seperti yang telah diajarkan ayahnya kebenaran itu penting dan mencintai kemanusiaan itu penting. Itu yang harus disuarakan bersama sama," kata Suciwati. (kid/kid)


BACA JUGA