Polda Metro Usut Kasus Meninggalnya Bayi Debora

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 11/09/2017 10:56 WIB
Polda Metro Usut Kasus Meninggalnya Bayi Debora Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut kasus meninggalnya bayi Debora. (Foto: christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan menyelidiki kasus kematian bayi Debora Simanjorang yang diduga mendapat penanganan lama dari Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga. Direktur Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deryan mengatakan, penyelidikan dimulai hari ini.

"Laporan sudah dibuat kemarin, hari ini mulai penyelidikan," katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/9).

Adi menjelaskan, penyelidik mendapat informasi mengenai kematian Debora dari media elektronik. Penyelidik menduga Debora tidak mendapat pelayanan medis sehingga kasus tersebut menjadi besar dan viral.


Adi tidak menargetkan secara khusus berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun ia memastikan penyelidikan kasus tersebut tidak lama.

"Sesegera mungkin, enggak usah lama menangani kasus itu," kata Adi.
Kisah Debora, bayi berusia empat bulan itu dimulai sejak ia meninggal pada Minggu (3/9) pekan lalu. Sebelumnya, Debora mengalami batuk berdahak dan sesak nafas.

Orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang membawa bayi Debora ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. Debora tiba di instalasi gawat darurat (IGD) RS tersebut, namun kondisinya yang memburuk Debora dinyatakan harus segera dibawa ke ruang pediatric intensive care unit (PICU).

Diketahui untuk bisa masuk ke ruang tersebut, uang muka Rp19,8 juta harus disediakan. Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki tak bisa digunakan karena rumah sakit swasta itu tak punya kerja sama.

Orang tua Debora kemudian berusaha mencari rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS agar anaknya bisa dirawat ke ruang PICU. Namun ruangan yang dinilai bisa menyelematkan nyawa anaknya itu tak kunjung didapatkan. Sekitar 6 jam di IGD, Debora tak bisa diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam laman resminya, RS Mitra Keluarga Kalideres memberi klarifikasinya, bahwa orang tua Debora keberatan dengan biaya uang muka ICU sebesar Rp19,8 juta. Rumah sakit juga sudah berupaya membantu mencari rumah sakit yang punya fasilitas untuk peserta BPJS.
Di saat dokter RS Mitra Keluarga sedang berkoordinasi dengan dokter di rumah sakit rujukan yang rekanan BPJS, perawat mengabarkan kalau kondisi Debora tiba-tiba memburuk. Setelah melakukan resusitasi jantung paru selama 20 menit, nyawa bayi Debora tidak dapat ditolong. (djm/djm)