Orang Tua Debora Lapor, KPAI Akan Panggil RS Mitra Keluarga

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 11/09/2017 13:36 WIB
Orang Tua Debora Lapor, KPAI Akan Panggil RS Mitra Keluarga Orang tua bayi Debora telah menunjuk KPAI sebagai lembaga negara untuk menangani kasus tersebut. Rencananya, KPAI juga akan memanggil pihak RS Mitra Keluarga. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedua orang tua dari Tiara Debora Simonjorang (4 bulan), Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang melaporkan kasus yang menimpa bayi Debora ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan pagi tadi kedua orang tua Debora telah datang ke Kantor KPAI untuk memasukkan laporan tersebut.

"Tadi ke sini mengadu sekaligus mengisi laporan dan mengisi kronologi kejadian," kata Retno saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/9).
Retno menyampaikan kedua orang tua bayi Debora telah menunjuk KPAI sebagai lembaga negara untuk menangani kasus tersebut. Menurut Retno, kedua orang tua Debora sebenarnya juga telah didatangi oleh berbagai organisasi maupun LSM untuk ikut serta menangangi kasus tersebut.


"KPAI kan lembaga negara, beliau (ibu Debora) akhirnya memilih KPAI," ujarnya.

KPAI akan segera memproses laporan tersebut sesuai dengan prosedur penanganan kasus di KPAI. Rencananya, KPAI juga akan memanggil pihak RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan pihak RS Mitra Keluarga tersebut dilakukan agar KPAI juga mendapatkan informasi dari pihak pengelola maupun manajemen. Retno menjelaskan KPAI tidak bisa melihat kasus tersebut hanya berdasarkan pada pernyataan kedua orang tua saja.
"Rabu kami akan memanggil pihak rumah sakit untuk mendengarkan konfirmasi penjelasan dari mereka," ucap Retno.

Bayi Debora meninggal pekan lalu di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Mitra Keluarga. Debora yang dalam keadaan kritis tak bisa dirawat di ICU karena orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang tak mampu membayar uang muka biaya ICU sebesar Rp19,8 juta yang dibebankan pihak rumah sakit.

Di satu sisi orang tua Debora hanya punya uang Rp5 juta, sementara BPJS Kesehatan yang dimiliki tak bisa dipakai lantaran RS Mitra Keluarga bukan rekanan BPJS.
Dalam laman resminya, RS Mitra Keluarga Kalideres memberi klarifikasinya, bahwa orang tua Debora keberatan dengan biaya uang muka ICU sebesar Rp19,8 juta. Rumah sakit juga sudah berupaya membantu mencari rumah sakit yang punya fasilitas untuk peserta BPJS.

Di saat dokter RS Mitra Keluarga sedang berkoordinasi dengan dokter di rumah sakit rujukan yang rekanan BPJS, perawat mengabarkan kalau kondisi Debora tiba-tiba memburuk. Setelah melakukan resusitasi jantung paru selama 20 menit, nyawa bayi Debora tidak dapat ditolong.