Permintaan maaf tersebut disampaikan lantaran pihak sekolah tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu atas pernyataan PI tersebut.
"Pihak sekolah juga merasa sedih, saya mohon maaf karena memang tanpa dikroscek. Ini bagian juga dari koreksi kami untuk lebih hati-hati," kata Mulyadi di Polsek Tanjung Duren, Kamis (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan bina anak-anak ini supaya jadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara, insyaallah kami akan buat program khusus untuk anak-anak ini," tutur Mulyadi.
Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa orang yang dicurigai penculik oleh PI adalah seorang juru parkir. Siswa kelas IV itu didoronga di bagian belakang kepalanya agar menyingkir karena mobi yang terparkir di dekatnya akan dibuka pintunya.
Hal tersebut yang diduga adalah upaya penculikan sebagaimana yang ditakuti PI sehingga ia memilih kabur dan mengaku akan diculik. (sur)