Mereka ditangkap tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (14/9) malam.
Pantauan CNN Indonesia.com di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Iwan yang merupakan kader Partai Golkar berada satu mobil tahanan bersama Muslih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil menenteng koper, Iwan dan Muslih berjalan perlahan, dengan pengawalan petugas KPK, masuk ke lobi.
Selang beberapa menit kemudian, sekitar 14.48 WIB, anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PKB Andi Effendi dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih Trensis menyusul tiba di KPK.
Mereka berdua juga ditangkap KPK, bersama Iwan dan Muslih.
Diduga, keempatnya melakukan transaksi suap. Tim KPK turut mengamankan sejumlah uang saat melakukan penangkapan terhadap keempat orang tersebut.
Suap ini disinyalir terkait dengan pengesahan rancangan peraturan daerah tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke PDAM Bandarmasih senilai Rp1 triliun secara bertahap.
Mereka berempat kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pimpinan KPK juga tengah menggelar ekspose atas OTT ini. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan.