"Saya kira bukan hanya massa, oratornya saja ada yang menyatakan diri dari FPI. 'Saya dari FPI dan Bamus Betawi Japar' ada saya videonya itu," ujar Savic Ali di Kantor Komnas Perempuan, Senin (18/9).
Ia berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas aktor-aktor di balik aksi brutal pedemo LBH Jakarta. Menurutnya, harus ada proses hukum agar kasus serupa tak terulang di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada penyelidikan lebih jauh. Saya kira polisi bisa melakukan penyelidikan dan media justru bisa menginvestigasi," katanya.
Orasi dari sejumlah orang saat massa mengepung kantor LBH Jakarta. (CNN Indonesia/Prima Gumilang) |
Pengepungan dan perusakan diawali dengan aksi demonstrasi dari massa yang menuding kantor LBH Jakarta memfasilitasi acara terkait Partai Komunis Indonesia.
Ketua SETARA Institute Hendardi menyebut aksi pengepungan dan perusakan kantor LBH Jakarta sebagai bentuk persekusi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran.
Hendardi juga menengarai tindakan menghalangi kegiatan ilmiah dalam upaya mengungkap kebenaran dan keadilan atas kejahatan kemanusiaan tahun 1965, sengaja dirancang untuk tujuan politik dan menciptakan iklim politik yang tidak stabil.
"Secara de jure paham komunisme telah dilarang berkembang dan secara de facto gerakan ini tidaklah nyata. Dengan demikian, kebangkitan PKI adalah ilusi tetapi terus dikapitalisasi sebagai alat politik penundukan," kata Hendardi dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.
Lihat juga:Kivlan Zein Usul Pembubaran LBH Jakarta |
"Aparat kepolisian tidak boleh berhenti hanya mengamankan beberapa aktor lapangan saja atas peristiwa penyerangan kantor YLBHI tetapi harus mencari aktor intelektual di balik peristiwa itu."
"Indikasi keterlibatan individu dan organisasi jelas bisa ditelusuri dari hoax-hoax yang selama ini diproduksi dan disebarluaskan, yang pada intinya bertujuan melemahkan kepemimpinan Jokowi," ujar Hendardi.
Orasi dari sejumlah orang saat massa mengepung kantor LBH Jakarta. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)