Senin pekan lalu, puing-puing bekas kebakaran di kawasan itu telah mulai diratakan dengan tanah. Direktur PT Pembangunan Jaya, Sutopo Kristanto membenarkan hal tersebut.
Dia mengatakan pembongkaran area Pasar Senen telah dimulai dengan meruntuhkan bangunan di Blok I dan Blok II yang sebelumnya sempat terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diratakan dulu. Proses pembangunan kan harus ada proses perencanaan, desain, segala macam. Ini sekarang lagi dibikin, paling awal tahun depan baru dimulai pembangunan," kata Sutopo.
"Belum tahu, desainnya juga belum jelas," kata dia.
Kondisi bangunan Pasar Senen, Jakarta. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
Menurut Edi, untuk melakukan pembangunan dibutuhkan izin yang pengurusannya bisa mencapai enam bulan paling lambat.
"Enggak bisa itu, awal tahun enggak bisa. Apalagi mau ganti Gubernur, pasti bisa lebih lama soal izin ini," kata dia.
Dia juga menjelaskan soal anggaran Rp116 miliar yang sempat disebut akan digunakan untuk revitalisasi pasar yang terbakar pada 19 Januari lalu. Dana itu, kata dia, merupakan jumlah keseluruhan tanggungan asuransi.
"Itu pertanggungan gedung, bohong kalau bilang itu total anggaran buat revitalisasi. Ini kan belum tahu, desain saja masih direncanakan," kata Edi.
Namun dia mengatakan desain baru akan mempertahankan unsur tradisional sebagai ciri khas Pasar Senen yang sudah mengakar di benak warga Jakarta.
"Ada peruntukannya, nanti yang jelas sisi tradisionalnya masih ada," kata dia.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta pada Jumat (15/9) menyebut revitalisasi Pasar Senen selambatnya harus sudah dilaksanakan akhir tahun ini. Pembangunannya sendiri kata Djarot akan diintegrasikan dengan pembangunan flat atau apartemen.
"Rencana akhir tahun ini, nanti di atasnya itu ada apartemen, pembiayaan sudah pasti dari uang asuransi itu," kata Djarot.
Kondisi bangunan Pasar Senen, Jakarta. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)