Saat ini, dia akan berdiskusi dulu dengan beberapa pihak pemerintah terkait wacana yang dia akui telah dicetuskan sejak lama itu.
"Belum, akan diskusikan dulu bagaimana mekanismenya," kata Djarot di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti ada venue Asian Games di situ. Jetski. Ini bagaimana caranya biar semua masyarakat bisa menikmati tanpa ada diskriminasi," kata dia.
Lihat juga:DPRD DKI Dukung Wacana Masuk Ancol Gratis |
Mantan wali kota Blitar ini juga menyebut jika wacana karcis Ancol sudah resmi digratiskan, harus ada jam malam yang diterapkan. Sebab kata dia, ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegiatan-kegiatan di luar rekreasi yang dilakukan warga luar Ancol.
"Kalau warga yang tinggal di cotage atau apartemen boleh masuk, kalau yang bukan, sudah malam harus dilarang," katanya.
"Ancol itu dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI sahamnya 72 persen, sisanya adalah PT Pembangunan Jaya Ancol. Tentu dia harus mendengarkan aspirasi masyarakat melalui Pemerintah Provinsi DKI," kata Yudistira saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (19/9).
Menurut Yudistira, Ancol seharusnya tidak boleh lagi menerima pendapatan dari penjualan tiket masuk. Pendapatan Ancol seharusnya berasal dari restoran, dan wahana-wahana seperti Dunia Fantasi.
Kata Yudistira, sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI memberikan akses kepada publik terhadap pantai. Terutama pada masyarakat DKI Jakarta yang tidak punya akses ke pantai.
"Saya tadi sudah rapat dengan Badan Pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD), secara khusus minta materi ini agar dapat direalisasikan. Permintaan masyarakat agar akses ke pantai itu diberikan kepada masyarakat oleh PT Pembangunan Jaya Ancol," kata Yudistira. (djm/djm)