Masjid di Cileungsi Nobar Film G30S/PKI untuk Anak-anak

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 12:27 WIB
Masjid di Cileungsi Nobar Film G30S/PKI untuk Anak-anak Spanduk ajakan menyaksikan bersama film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Masjid As Salaam, Cileungsi, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masjid As-Salaam yang terletak di Komplek Metland Sektor Gandaria, Cileungsi, Jawa Barat, berencana menggelar acara nonton bersama film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI garapan Arifin C. Noer.

Acara nonton bareng akan digelar pada 30 September atau bertepatan dengan hari terjadinya peristiwa Gerakan 30 September, 52 tahun silam.

“Iya betul, rencana mungkin dari tiga minggu yang lalu, ya,” kata Awang Surya, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid As-Salaam, saat ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya, Selasa (20/9).
Gagasan nonton bareng film G30S/PKI datang dari warga sekitar. Awang mengatakan warga ingin anak-anak mereka menonton bersama-sama film G30S/PKI agar dapat mengetahui peristiwa sejarah itu.


"Karena anak-anaknya enggak ngerti soal PKI. Jadi memang untuk anak anak yang lahirnya di atas tahun 1999,” tutur Awang.

Acara nonton bareng akan digelar di halaman parkir masjid, usai salat Isya, dengan menggunakan proyektor yang dilengkapi perangkat suara. Acara ini terbuka untuk warga lain di luar Komplek Metland, Sektor Gandaria.
Awang sendiri mengakui ada unsur kekerasan dalam film G30S/PKI yang tak cocok ditonton anak-anak usia sekolah dasar. Karena itu, kata dia, panitia akan menyunting sejumlah adegan kekerasan tersebut.

Panitia juga akan memotong durasi film yang aslinya berdurasi tiga jam lebih. "Biar (selesainya) enggak terlalu malam," kata Awang.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah lebih dulu menginstruksikan jajarannya untuk menggelar acara nonton bareng film G-30 S/PKI.
Acara serupa juga akan digelar SMK Muhammadiyah I, Depok, Jawa Barat. Di parlemen, sejumlah partai mendukung acara pemutaran film G-30 S/PKI.

Presiden Joko Widodo memberikan dukungan serupa. Hanya saja, kata Jokowi, perlu ada film versi terbaru tentang sejarah peristiwa G30S/PKI, agar lebih dapat diterima generasi milenial.